JAKARTA – Piala Dunia 2026 yang digelar di Kanada, Meksioko, dan Amerika Serikat memasuki babak akhir dengan format baru 48 tim. Meski sempat menuai kritik, turnamen ini berjalan lancar sejak dimulai pada 11 Juni.
FIFA kini menyiapkan langkah lebih besar, yakni memperluas jumlah peserta menjadi 64 tim pada edisi berikutnya.
Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan, “Ini semua adalah isu-isu yang akan kita kaji setelah Piala Dunia,” ujarnya kepada stasiun televisi Swiss Blue Sport, dikutip Senin (13/7/2026). Ia menambahkan, “Penting bahwa ketika Anda ingin menyelenggarakan Piala Dunia, Anda melakukannya untuk seluruh dunia — bukan hanya Eropa dan Amerika Selatan, tetapi pada dasarnya seluruh dunia.”
Infantino menekankan bahwa setiap negara berhak bermimpi tampil di panggung terbesar sepak bola. “Setiap negara seharusnya diizinkan untuk bermimpi berpartisipasi dalam Piala Dunia. Anda dapat melihat bahwa kualitas tim-timnya sangat tinggi dan terus meningkat di seluruh dunia,” katanya.
Menurut Infantino, kesempatan bagi negara kecil sangat penting agar mereka memiliki insentif untuk terus berkembang. Ia memuji format 48 tim sebagai sukses besar, dengan catatan semua tim mampu mencetak gol dan meraih poin. “Sembilan dari 10 tim Afrika mencapai babak gugur. Di Piala Dunia terakhir, hanya ada lima tim dari Afrika. Itu menunjukkan betapa pentingnya untuk menyertakan semua tim, untuk memberi mereka kesempatan ini untuk berpartisipasi,” ujarnya dikutip dari Sky Sports.
Sejak 1998 jumlah peserta Piala Dunia bertahan di 32 tim, sebelum diperluas pada 2026. Turnamen 2030 akan digelar bersama oleh Maroko, Portugal, dan Spanyol, sementara edisi 2034 akan berlangsung di Arab Saudi. Rencana penambahan tim membuka peluang lebih luas, termasuk bagi Indonesia yang telah mencanangkan ambisi tampil di ajang bergengsi tersebut.