JAKARTA – Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan pasukan AS melancarkan serangan udara selama lima jam terhadap Iran pada 13 Juli 2026.
Serangan itu menyasar sejumlah lokasi strategis di Bushehr, Chah Bahar, Jask, Konarak, Abu Musa, dan Bandar Abbas, bagian dari rangkaian operasi militer yang telah berlangsung empat bulan.
Dilansir Sputnik, Selasa (14/7/2026), CENTCOM menyebut serangan tersebut mengenai sistem pertahanan pantai, situs rudal dan drone, serta kemampuan maritim Iran. “Serangan ini diperlukan untuk melindungi pelayaran komersial,” demikian pernyataan resmi CENTCOM.
AS Kirim Puluhan Ribu Personel Militer
Dalam keterangan yang sama, AS menegaskan lebih dari 50.000 personel militernya kini ditempatkan di seluruh kawasan Timur Tengah. Washington berulang kali menggambarkan operasi terhadap Iran sebagai “tindakan keamanan.”
Namun, Teheran menolak klaim tersebut. Iran menegaskan bahwa campur tangan militer asing di Selat Hormuz dan kawasan sekitarnya “tidak akan dibiarkan begitu saja.”