JAKARTA – Slavko Vincic resmi ditunjuk FIFA sebagai wasit final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina melawan Spanyol di Stadion MetLife, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB.
Penunjukan wasit asal Slovenia itu langsung menjadi perhatian karena rekam jejaknya bersama Lionel Messi dan Lamine Yamal dinilai dapat memengaruhi jalannya laga.
Final Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling disorot dunia sehingga setiap keputusan wasit akan berada dalam pengawasan ketat.
Vincic kini berusia 46 tahun dan telah menyandang lisensi FIFA sejak 2010 sehingga menjadi salah satu pengadil paling berpengalaman di sepak bola Eropa.
Karier internasionalnya dipenuhi laga bergengsi, termasuk memimpin final Liga Europa UEFA 2022 antara Eintracht Frankfurt melawan Rangers.
Ia juga dipercaya memimpin final Liga Champions UEFA 2024 saat Real Madrid menghadapi Borussia Dortmund.
Debutnya di Piala Dunia terjadi pada edisi Qatar 2022 dengan memimpin dua pertandingan sepanjang turnamen tersebut.
Pada Piala Dunia 2026, FIFA kembali menunjuk Vincic untuk tiga pertandingan sebelum akhirnya memberinya kepercayaan memimpin partai puncak.
Laga final nanti menjadi pertandingan keenam Vincic sepanjang sejarah Piala Dunia sekaligus penampilan keempatnya pada edisi 2026.
Penugasan tersebut menjadi pencapaian tertinggi sepanjang karier wasit internasional asal Slovenia itu.
Rekam Jejak Bersama Spanyol
Sebagai salah satu wasit elite UEFA, Vincic cukup sering memimpin pertandingan Timnas Spanyol di berbagai ajang internasional.
Pertemuan pertamanya dengan Spanyol terjadi dalam laga persahabatan melawan Kolombia pada 2017.
Ia kembali memimpin laga Spanyol kontra Swedia pada fase grup Euro 2020.
Vincic juga menjadi pengadil semifinal UEFA Nations League 2023 ketika Spanyol menghadapi Italia.
Ketiga pertandingan tersebut berlangsung sebelum Lamine Yamal menjalani debut bersama tim nasional senior.
Selama Euro 2024, Vincic memimpin dua pertandingan penting yang melibatkan Yamal.
Pertama saat Spanyol mengalahkan Italia 1-0 pada fase grup.
Kedua ketika Spanyol menundukkan Prancis 2-1 di semifinal melalui gol spektakuler Yamal dari luar kotak penalti.
Catatan itu membuat Spanyol selalu meraih kemenangan dalam dua pertandingan yang dipimpin Vincic sejak Yamal menjadi bagian skuad utama.
Rekam Jejak Bersama Argentina
Berbeda dengan Spanyol, Vincic sangat jarang memimpin pertandingan Argentina karena perbedaan konfederasi.
Meski demikian, satu-satunya laga Argentina yang dipimpinnya justru menjadi momen paling mengejutkan dalam sejarah modern Albiceleste.
Pertandingan tersebut terjadi pada laga pembuka fase grup Piala Dunia 2022 di Qatar saat Argentina menghadapi Arab Saudi.
Dalam laga itu, Argentina secara mengejutkan kalah 1-2 setelah sempat unggul lebih dahulu.
Kekalahan tersebut mengakhiri rekor tak terkalahkan Argentina yang telah berlangsung selama 36 pertandingan.
Hingga kini, laga melawan Arab Saudi menjadi satu-satunya pertandingan Argentina yang dipimpin Vincic sekaligus berakhir dengan kekalahan.
Pada pertandingan tersebut, keputusan awal Vincic justru menguntungkan Argentina.
Menit ketujuh, ia menghadiahkan penalti setelah Leandro Paredes dijatuhkan saat situasi sepak pojok.
Pada menit ketujuh, Vincic memberikan hadiah penalti kepada Argentina setelah Leandro Paredes dijatuhkan saat situasi sepak pojok, keputusan yang sempat memicu perdebatan sehingga Lionel Messi membuka keunggulan timnya.
Sepanjang pertandingan itu, Vincic juga mengeluarkan enam kartu kuning kepada pemain Arab Saudi tanpa memberikan kartu kepada pemain Argentina.
Meski demikian, Argentina gagal mempertahankan keunggulan dan akhirnya harus mengakui kemenangan bersejarah Arab Saudi.
Dengan latar belakang tersebut, performa Vincic pada final Piala Dunia 2026 dipastikan kembali menjadi sorotan ketika Argentina dan Spanyol berebut gelar juara dunia.***