JAKARTA – Pemerintah memetakan kondisi kesehatan peserta didik melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah yang berlangsung di berbagai daerah di Indonesia.
Hasil pemeriksaan periode 1 Januari hingga 14 Juli 2026 mengungkap lima masalah kesehatan yang paling banyak dialami siswa dari jenjang SD hingga SMA.
Masalah kesehatan terbanyak adalah karies gigi dengan angka mencapai 40,8 persen sehingga menjadi temuan utama dalam program tersebut.
Deputi III Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Kurnia Ramadhana memaparkan hasil tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/7).
“Berdasarkan hasil pemeriksaan periode 1 Januari hingga 14 Juli 2026, ada lima masalah kesehatan pada peserta didik yang paling sering ditemukan. Pertama, 40,8 persen siswa mengalami karies atau gigi berlubang. Kedua, 27,3 persen remaja putri mengalami anemia,” ujar Deputi III Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Kurnia Ramadhana dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/7).
Selain karies gigi, pemeriksaan juga menemukan 27,3 persen remaja putri mengalami anemia yang berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas belajar.
Temuan berikutnya menunjukkan 21,7 persen siswa mengalami peningkatan tekanan darah atau hipertensi sejak usia sekolah.
Pemeriksaan kesehatan juga mendapati 6 persen peserta didik mengalami serumen impaksi atau penumpukan kotoran telinga.
Sementara itu, obesitas ditemukan pada 6,7 persen siswa sehingga menjadi salah satu perhatian dalam upaya meningkatkan kesehatan anak.
Pelaksanaan CKG Sekolah mendapat sambutan positif dari para peserta didik yang mengikuti pemeriksaan kesehatan di sekolah masing-masing.
Kurnia menyampaikan pengalaman Nathan, siswa IPEKA Sunter, yang telah dua kali mengikuti pemeriksaan melalui program tersebut.
“Ia mengungkapkan pemeriksaan yang dilakukan Puskesmas setempat membantunya mengetahui kondisi matanya lebih dini. Dia dianjurkan segera menemui dokter karena kondisi mata minusnya bertambah parah,” ujar Kurnia.
Pengalaman serupa dirasakan Callista, siswi IPEKA Sunter, setelah mengikuti pemeriksaan kesehatan melalui CKG Sekolah.
Ia mengaku memperoleh informasi baru mengenai kondisi kesehatannya sehingga terdorong menerapkan kebiasaan hidup yang lebih sehat.
“Dia pun terdorong mengubah pola hidup agar makin rajin olahraga dan makan buah serta sayur,” jelasnya.
Program CKG Sekolah diluncurkan secara serentak pada 4 Agustus 2025 untuk menjangkau peserta didik usia 7 hingga 17 tahun.
Pelaksanaannya mencakup SD, SMP, SMA, Sekolah Luar Biasa, hingga pondok pesantren di seluruh Indonesia.
Hingga 14 Juli 2026, program tersebut telah melayani 8.824.185 siswa di 96.567 sekolah yang tersebar pada 511 kabupaten dan kota.
Pemerintah menargetkan sepanjang 2026 sebanyak 50.255.073 peserta didik di 303.263 sekolah mengikuti Program CKG Sekolah.
“Sementara secara keseluruhan, untuk tahun 2026, target peserta didik yang mengikuti CKG Sekolah yaitu sebanyak 50.255.073 siswa di 303.263 sekolah,” tutupnya.***