Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan menohok bagi jajaran perwira tinggi TNI maupun Polri. Dalam instruksinya terkait gerakan nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), Prabowo mengingatkan para jenderal agar tidak bersikap pasif dan enggan turun langsung ke lapangan.
Pesan tegas tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan pada acara Akad Massal KPR Sejahtera FLPP di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Program Indonesia ASRI sendiri merupakan gerakan nasional yang dicanangkan Prabowo sejak awal 2026 demi membangun budaya hidup bersih, tertib, dan hijau melalui kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat.
Instruksi Penghijauan dan Sentilan “Jenderal Salon”
Awalnya, Presiden memberikan instruksi langsung kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni untuk menyiapkan pusat persemaian (nursery) bibit tanaman secara masif demi memulihkan lingkungan.
“Kalau pohon sudah banyak berkurang, kita tanam ratusan juta pohon. Saya minta Menteri Pertanian dan Menteri Kehutanan siapkan nursery-nursery. Saya butuh benih-benih pohon yang bagus untuk seluruh kota dan kabupaten di Indonesia,” tegas Prabowo.
Usai menyenggol sektor kementerian, perhatian Prabowo beralih kepada para pimpinan aparat keamanan. Dengan gaya bahasa yang lugas dan diselingi kelakar khasnya, ia meminta pimpinan militer dan kepolisian tidak hanya duduk nyaman di balik meja.
“Panglima-panglima, jenderal-jenderal, jangan jadi ‘jenderal salon’ yang maunya bersih saja. Sekali-sekali jenderal itu sepatunya harus kotor, kalau perlu celananya kotor sampai ke dengkul untuk jaga kebersihan lingkungan,” ujar Presiden.
Namun, Prabowo lekas menimpali kelakar tersebut dengan mengingatkan agar tidak ada yang pura-pura mengotori seragam hanya saat hendak bertemu dengannya.
“Tapi jangan pas menghadap Presiden sengaja dikotorin sepatunya. Itu ilmu zaman dulu, jangan dipakai,” seloroh Prabowo yang disambut gelak tawa tamu undangan.



