JAKARTA – Alejandro Garnacho memulai lembaran baru bersama Aston Villa dengan penampilan perdana pada laga pramusim melawan Indonesia All-Stars yang berakhir dengan kemenangan 3-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Pemain asal Argentina itu langsung menjadi perbincangan setelah mengunggah pesan di media sosial yang dianggap sebagai sindiran kepada Chelsea, klub yang baru ditinggalkannya.
Garnacho bergabung dengan Aston Villa sebagai pemain pinjaman pada bursa transfer musim panas dengan klausul pembelian permanen jika sejumlah syarat terpenuhi.
Ketentuan tersebut terutama berkaitan dengan jumlah menit bermain yang akan diperoleh pemain berusia 21 tahun tersebut sepanjang musim.
Kepindahannya dari Chelsea dinilai wajar setelah menjalani musim yang mengecewakan di Stamford Bridge tanpa mampu memberikan dampak signifikan.
Sepanjang musim lalu, Garnacho hanya mencetak satu gol di Liga Inggris dan bahkan tidak pernah menjadi starter dalam lima pertandingan terakhir Chelsea.
Pelatih Unai Emery langsung memberinya kesempatan tampil sejak awal saat Aston Villa menghadapi Indonesia All-Stars dalam tur pramusim.
Usai pertandingan, Garnacho mengunggah pesan singkat yang langsung memancing berbagai reaksi dari penggemar sepak bola.
“Starter pertama saya dalam tiga bulan. Senang bisa kembali menikmati sepak bola, berkembang satu persen setiap hari. Terima kasih Indonesia!” tulis Garnacho di Instagram, seperti dikutip Sport Illustrated, Selasa (4/8/2026).
Banyak pendukung menilai kalimat tersebut merupakan sindiran halus terhadap Chelsea yang jarang memberinya kesempatan bermain.
Bukan Kali Pertama Menyindir Mantan Klub
Garnacho memang dikenal beberapa kali melontarkan komentar yang memicu kontroversi setelah meninggalkan klub lamanya.
Sebelum bergabung dengan Chelsea, ia lebih dahulu meninggalkan Manchester United dengan situasi yang tidak berjalan mulus.
Pemain sayap itu bahkan pernah mengakui dirinya melakukan “beberapa hal buruk” pada akhir masa baktinya di Old Trafford.
Pada Februari lalu, Garnacho kembali menjadi sorotan menjelang laga Chelsea melawan Arsenal di semifinal Piala Liga.
Saat itu ia mengatakan, “Semua orang tahu betapa sulitnya bermain di sana. Kalau Manchester United saja bisa menang di sana, kami juga pasti bisa melakukannya.”
Pernyataan tersebut justru menjadi bahan ejekan setelah Chelsea kalah 0-1 dari Arsenal.
Hubungannya dengan mantan rekan setim di Manchester United juga tampak kurang harmonis.
Pada April lalu, Luke Shaw mengunggah foto tekel terhadap Garnacho usai kemenangan Manchester United atas Chelsea.
Sejumlah pemain United ikut memberikan komentar yang dianggap sebagai sindiran kepada mantan rekan mereka tersebut.
Masa Depan Garnacho Dipertaruhkan
Di balik kontroversinya, musim ini menjadi periode yang sangat menentukan bagi perjalanan karier Garnacho.
Saat menembus tim utama Manchester United pada musim 2022-2023, ia sempat diprediksi menjadi salah satu bintang masa depan klub.
Namun kini, Aston Villa menjadi klub ketiga yang diperkuat Garnacho dalam tiga musim terakhir.
Produktivitasnya juga mengalami penurunan setelah hanya mencatat total tujuh gol Liga Inggris dalam dua musim terakhir.
Performa yang terus menurun bahkan membuatnya gagal masuk skuad Argentina untuk Piala Dunia 2026.
Jika gagal kembali menemukan performa terbaik bersama Aston Villa, peluangnya bertahan di level elite sepak bola Eropa bisa semakin mengecil.
Aktivasi klausul pembelian permanen juga sangat bergantung pada kontribusi dan konsistensinya sepanjang musim ini.***