NTT – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pagi ini menelan korban jiwa. Seorang ibu bersama dua anaknya dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun reruntuhan rumah di Desa Liang Deruk, Kecamatan Lambaleda Timur, Kabupaten Manggarai Timur.
Kepastian jatuhnya korban jiwa itu disampaikan langsung oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri. “Ibu dan dua anak meninggal,” ujarnya.
Hingga saat ini, kronologi lengkap mengenai bagaimana ketiga korban sampai terjebak di dalam rumah saat gempa mengguncang belum dapat dipastikan. Pihak berwajib masih melakukan pendalaman terkait proses evakuasi dan penyebab pasti tertimbunnya korban di reruntuhan bangunan.
Peristiwa duka tersebut sempat terekam dan videonya beredar luas di media sosial hingga viral. Dalam rekaman yang tersebar itu, tampak seorang perempuan yang identitasnya belum diketahui secara pasti berada dalam posisi telentang dengan tubuh tertimbun material bangunan yang runtuh. Video tersebut juga memperlihatkan sejumlah warga sekitar yang berupaya melakukan evakuasi terhadap korban di tengah puing-puing rumah.
Gempa yang memicu bencana ini terjadi di wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT, pada pagi hari dengan kekuatan mencapai magnitudo 7,7. Guncangan besar tersebut memicu serangkaian gempa susulan yang terus terjadi di berbagai wilayah NTT. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, hingga pukul 08.45 WITA, telah terjadi sebanyak 44 kali gempa susulan di kawasan tersebut.
Dampak gempa tidak hanya dirasakan di Manggarai Timur. Guncangan juga berimbas hingga Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, di lokasi tersebut dua orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka-luka akibat bencana ini.
Hingga berita ini disusun, proses pendataan dampak dan korban gempa di berbagai wilayah NTT masih terus berlangsung. Petugas gabungan dari kepolisian, BNPB, dan warga setempat masih melakukan evakuasi serta asesmen kerusakan di lokasi-lokasi terdampak.



