JAKARTA – TNI Angkatan Udara mengerahkan dua pesawat Hercules untuk mempercepat pengiriman bantuan pemerintah bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 27,09 ton bantuan tahap pertama diberangkatkan dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (15/8/2026) malam.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, mengatakan pengiriman bantuan lewat jalur udara dipilih untuk mempercepat proses distribusi logistik ke wilayah bencana.
“Pengiriman bantuan melalui jalur udara dilakukan untuk mempercepat distribusi logistik kepada masyarakat terdampak gempa,” ujarnya.
Bantuan yang dikirim berupa 4.925 paket sembako yang dibagi ke dalam dua pesawat. C-130J Super Hercules A-1343 mengangkut 2.545 paket dengan berat 14.000 kilogram, lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Bandara Internasional Komodo, NTT.

Sekitar 35 menit berselang, C-130H Hercules A-1318 menyusul terbang dengan tujuan yang sama, membawa 2.380 paket sembako seberat 13.090 kilogram.
Selain dua Hercules pengangkut logistik, TNI AU turut menerbangkan pesawat Boeing 737-800 A-7310 untuk mengangkut personel yang akan diterjunkan membantu penanganan bencana di wilayah terdampak.
Suadnyana menambahkan, kapasitas angkut pesawat Hercules memungkinkan ribuan paket bantuan diberangkatkan sekaligus dalam satu rangkaian penerbangan menuju NTT untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, kesiapan penerbangan ditinjau langsung oleh Komandan Grup 1 Angkut, Marsma TNI I Gusti Putu Setia Darma, di Apron Baseops Lanud Halim Perdanakusuma, guna memastikan awak dan pesawat siap menjalankan misi penerbangan malam.

Komandan Grup 1 Angkut menuturkan, penerbangan malam membutuhkan kesiapan optimal dari seluruh kru. Ia mengarahkan agar setiap awak tetap fokus menjalankan tugas dengan mengutamakan keselamatan penerbangan.
Pengiriman bantuan melalui jalur udara ini menjadi bagian dari dukungan TNI Angkatan Udara untuk mempercepat penanganan dampak gempa serta memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak NTT.



