JAKARTA – Pesawat tempur Rafale dan pesawat angkut strategis Airbus A400M milik TNI Angkatan Udara dipastikan tampil dalam demo udara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Penampilan tersebut menjadi debut kedua jenis pesawat itu dalam agenda kenegaraan sejak memperkuat armada TNI AU.
Kepala Penerangan Koopsudnas, Kolonel Sus Sonaji Wibowo, mengatakan persiapan demo udara dilakukan secara matang untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan presisi, terpadu, dan aman.
Sebanyak empat unit Rafale dan satu unit Airbus A400M disiapkan dalam gladi kotor pertama yang berlangsung di Terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (12/8/2026).
Kehadiran Rafale dan A400M menjadi bagian dari rangkaian atraksi udara yang melibatkan sejumlah alutsista TNI AU serta unsur penerbangan TNI-Polri. Demo udara itu akan digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan RI.
Selain Rafale dan A400M, latihan tersebut juga melibatkan pesawat tempur F-16, Sukhoi Su-27/30, Hawk 100/200, serta T-50i Golden Eagle. Unsur pesawat angkut yang dipersiapkan terdiri atas C-130J Super Hercules dan CN-295.
Kegiatan juga diikuti pesawat JAT, Dynamic Pegasus, serta unsur helikopter TNI-Polri. Seluruh unsur tersebut disiapkan untuk mendukung pelaksanaan demo udara yang akan berlangsung di kawasan sekitar Istana Negara dan Monumen Nasional.
Perkuat Koordinasi Penerbangan
Dalam briefing penerbangan pagi, Pangkoopsudnas Marsdya TNI Minggit Tribowo meminta seluruh unsur yang terlibat memahami profil penerbangan secara menyeluruh. Para personel juga diminta menguasai kondisi kawasan Istana Negara dan Monumen Nasional sebagai area pelaksanaan kegiatan.
“Seluruh unsur harus memahami profil penerbangan, menguasai kondisi kawasan Istana Negara dan Monumen Nasional, serta melakukan sinkronisasi dan penyamaan persepsi,” kata Kepala Penerangan Koopsudnas, Kolonel Sus Sonaji Wibowo, menyampaikan arahan Pangkoopsudnas.
Koordinasi dilakukan tidak hanya antar-pesawat, tetapi juga dengan unsur pendukung, pengendali, dan pihak terkait lainnya. Penyamaan persepsi dinilai penting agar setiap unsur dapat menjalankan tugas sesuai skenario penerbangan yang telah ditetapkan.
Menurut Sonaji, kesiapan tersebut diperlukan untuk menjaga ketepatan pelaksanaan setiap rangkaian demo udara. Pengendalian dan koordinasi yang terintegrasi juga menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan berlangsung aman di ruang udara sekitar pusat pemerintahan.
Gladi kotor pertama menjadi salah satu tahapan persiapan sebelum pelaksanaan demo udara pada 17 Agustus 2026. Melalui latihan itu, seluruh unsur dapat menyelaraskan pola penerbangan, peran pendukung, serta mekanisme pengendalian selama kegiatan berlangsung.
Penampilan perdana Rafale dan Airbus A400M dalam demo udara HUT ke-81 Kemerdekaan RI akan menandai keikutsertaan dua alutsista terbaru TNI AU dalam perayaan nasional tersebut.






