Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus bertambah. Hingga Senin (17/8/2026) pukul 15.00 WITA, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengonfirmasi total korban meninggal dunia telah mencapai 55 orang.
Jumlah tersebut bertambah dua orang dari laporan data pada Senin pagi sebelumnya yang tercatat sebanyak 53 orang.
“Data terbaru mencatat total 187 orang menjadi korban dalam bencana ini, dengan rincian 55 orang meninggal dunia dan 132 orang mengalami luka-luka,” ungkap Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Senin (17/8/2026).
Manggarai Timur Terdampak Parah, Operasi SAR Dipacu Maksimal
Syafii menjelaskan, dari sekian banyak daerah yang terdampak guncangan hebat, Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kerusakan paling parah. Tim SAR gabungan di lapangan terus menyisir area reruntuhan guna mengevakuasi warga yang terjebak.
“Kami terus berupaya memastikan operasi pencarian dan pertolongan berjalan maksimal untuk membantu seluruh masyarakat terdampak,” tegas Syafii.
Mengingat potensi gempa susulan yang masih dapat terjadi, Basarnas mengimbau warga untuk tetap waspada dan sementara waktu menghindari bangunan yang kondisinya retak atau rawan roboh. Warga juga diimbau saling menguatkan dalam menghadapi masa kritis pascabencana.
Dipicu Aktivitas Sesar Aktif Utara Pulau Flores
Gempa M 7,7 yang mengguncang NTT sejak Sabtu pagi ini diketahui berpusat di darat/laut dekat Kabupaten Nagekeo, berjarak sekitar 30 kilometer arah Timur Laut dengan kedalaman dangkal 15 kilometer.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menerangkan bahwa pemicu utama gempa ini berasal dari pergerakan jalur sesar aktif (active fault) yang membentang di sepanjang bagian utara Pulau Flores.
“Sesar aktif di sepanjang utara Flores ini memiliki histori historis yang kuat, seperti yang memicu gempa besar pada tahun 1992 silam. Karakteristik pergerakan sesar inilah yang menjadi penyebab utama guncangan kali ini,” jelas Arief.



