Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memberikan penjelasan resmi terkait aksi pengibaran bendera raksasa bergambar Presiden Prabowo Subianto yang membentang di udara saat Peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Prasetyo mengungkapkan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk ungkapan terima kasih dan kebanggaan dari jajaran TNI atas komitmen besar Prabowo dalam memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia—baik selama menjabat sebagai Menteri Pertahanan (2019–2024) maupun saat memimpin sebagai Presiden.
“Kami menyampaikan rasa terima kasih karena di masa Pak Prabowo inilah alutsista kita benar-benar diperkuat secara signifikan, sebuah langkah yang sudah beliau perintis sejak menjabat sebagai Menhan,” ujar Prasetyo usai menghadiri rapat koordinasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (18/8/2026).
Aksi ‘Victory Jump’ Berrisiko Tinggi dari Ketinggian 10 Ribu Kaki
Atraksi udara bertajuk Victory Jump tersebut sempat menyedot perhatian publik setelah spanduk raksasa berhasil dibentangkan dari ketinggian 10.000 kaki. Aksi ekstrem itu dieksekusi oleh 17 prajurit pilihan dari Korps Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD bersama unsur Polri yang melompat dari pesawat angkut militer CN-295.
Selain atraksi terjun payung, kemegahan alutsista TNI juga dipamerkan lewat flypass pesawat jet tempur canggih Dassault Rafale buatan Prancis di langit ibu kota.
“Membawa dan membentangkan spanduk sebesar itu di udara bukan hal yang mudah. Nilai perjuangan dan kebanggaan para prajurit itulah yang menurut kami jauh lebih penting,” imbuh Prasetyo.
Alutsista Modern Terbukti Kepakutannya Saat Bencana NTT
Lebih lanjut, Prasetyo menekankan bahwa modernisasi alutsista yang dilakukan pemerintah tidak semata-mata untuk kepentingan pertahanan militer, melainkan juga sangat krusial bagi penanggulangan bencana di wilayah ring of fire.
Ia mencontohkan bagaimana armada udara dan logistik milik TNI kini menjadi tulang punggung pengiriman bantuan cepat ke berbagai titik bencana, termasuk saat merespons gempa bumi yang baru saja melanda Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Dalam waktu yang sangat singkat, alutsista kita terbukti mampu mendistribusikan logistik darurat secara efektif, mulai dari penanganan bencana di Sumatra hingga musibah gempa di NTT baru-baru ini,” pungkasnya.




