JAKARTA — Kerusakan jalan tol akibat tingginya volume kendaraan dan maraknya truk over muatan (Over Dimension Overloading/ODOL) memicu perbaikan intensif di sejumlah ruas utama Jabodetabek. Pemeliharaan berkala ini dipacu untuk mengembalikan mutu perkerasan jalan agar tetap memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan aman dilintasi.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa pemeliharaan berkala sangat krusial agar daya tahan jalan tol tetap terjaga. Menurutnya, lalulintas kendaraan berat bernasib muatan lebih terbukti memangkas usia pakai perkerasan jalan lebih cepat dari yang diprediksikan.
“Jasa Marga terus melanjutkan pekerjaan preservasi secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas jalan tol tetap prima. Kami memahami bahwa pekerjaan perbaikan ini dapat berdampak terhadap perjalanan pengguna jalan, sehingga seluruh pelaksanaannya dilakukan secara terencana agar arus lalu lintas di sekitar lokasi tetap terjaga,” ujar Rivan.
Demi mencegah kemacetan panjang, mayoritas pengerjaan fisik dijalankan pada malam hingga dini hari saat volume kendaraan menyusut. Skema pengerjaan ini merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2024 tentang Jalan Tol Pasal 88 ayat (3), yang mengamanatkan bahwa kegiatan pemeliharaan wajib memprioritaskan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas.
Di titik-titik pengerjaan, lajur yang diperbaiki dibatasi menggunakan barikade pengaman serta kelengkapan rambu petunjuk. Selain itu, petugas operasional disiagakan penuh selama 24 jam untuk mengatur arus lalu lintas dan merespons cepat situasi darurat di lapangan.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung. Kami terus berupaya meminimalkan dampak terhadap perjalanan masyarakat melalui pengaturan lalu lintas, pemilihan waktu pengerjaan, hingga pengamanan yang memadai di lokasi,” tutur Rivan.
Metode perbaikan yang diaplikasikan bervariasi bergantung pada tingkat kerusakan perkerasan di setiap segmen. Penanganan mencakup teknik penambalan (patching), pengelupasan dan pelapisan ulang (Scrapping & Filling), hingga rekonstruksi ulang perkerasan secara menyeluruh.
Saat ini fokus pengerjaan terkonsentrasi di tiga jalur vital Jabodetabek. Jalur Tol Jakarta-Tangerang mendapat porsi penanganan rekonstruksi perkerasan dan patching. Adapun jalur Tol Dalam Kota difokuskan pada metode Scrapping & Filling serta patching, sementara jalur Tol Jakarta-Cikampek menerapkan kombinasi patching, Scrapping & Filling, hingga rekonstruksi penuh di titik-titik berkerusakan berat.
Langkah pemeliharaan berkesinambungan ini juga bergulir di berbagai ruas tol lainnya untuk menjamin kelancaran rantai pasok logistik dan mobilitas warga, sekaligus mendukung arah kebijakan pembangunan infrastruktur nasional.
Masyarakat pengguna jalan tol diimbau merencanakan estimasi waktu perjalanan serta memantau perkembangan lalu lintas sebelum melintas di area pengerjaan. Pengendara diingatkan untuk selalu waspada, menjaga jarak aman, mematuhi batas kecepatan, dan mengikuti arahan petugas. Informasi kondisi jalan raya secara real-time dapat dipantau lewat aplikasi Travoy atau Call Center di nomor 133.





