NTT – Kondisi geografis Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdiri atas banyak pulau membuat akses kesehatan menjadi tantangan besar saat bencana gempa terjadi.
Jarak antarpulau dan keterbatasan transportasi dapat memperlambat proses evakuasi warga yang membutuhkan pertolongan medis dalam kondisi darurat.
Sekretaris DPD Partai Gerindra sekaligus anggota DPRD NTT Fernando Jose Osorio Soares menilai ambulans udara sangat dibutuhkan untuk mempercepat penyelamatan korban.
Pernyataan itu disampaikan Fernando setelah meninjau langsung sejumlah wilayah yang terdampak gempa dan melihat kondisi pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurut Fernando, karakteristik wilayah kepulauan membuat transportasi udara memiliki peran penting ketika pasien harus segera mendapat penanganan di fasilitas kesehatan rujukan.
“Jadi itu kita berharap ini Bapak Presiden, Pemerintah Pusat, rencana ambulans udara. Kami di wilayah kepulauan ini sangat butuh.”
“Mungkin orang di tempat lain tidak butuh, tapi kami di tempat ini sangat membutuhkan,” kata Fernando.
Dalam kunjungan tersebut, Fernando juga menyerahkan sejumlah obat yang disiapkan berdasarkan rekomendasi dokter dan tenaga medis untuk membantu memenuhi kebutuhan fasilitas kesehatan terdampak.
“Dokter-dokter spesialis, mereka memberikan banyak rekomendasi. Jadi kita bawa obat lumayan banyak.”
“Mudah-mudahan ini bisa menambah stok obat di sini dan juga mungkin obat yang belum ada di sini bisa menjadi lengkap,” ujarnya.
Keterbatasan tenaga kesehatan turut menjadi persoalan yang ditemukan Fernando saat mengunjungi salah satu puskesmas di kawasan terdampak gempa.
Fasilitas tersebut disebut harus memberikan pelayanan kepada 5.774 warga dengan dukungan satu dokter dan 15 perawat dalam kondisi yang tidak mudah.
Fernando menilai beban pelayanan semakin berat ketika bencana terjadi karena masyarakat tersebar di lokasi yang berjauhan dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dievakuasi.
“Bayangkan, 5.774 dilayani oleh satu dokter, 15 perawat. Pada saat kondisi bencana, bagaimana? Kemudian tersebar, jauh-jauh. Bagaimana untuk kita menyelamatkan nyawa?” katanya.
Menurutnya, kebutuhan ambulans udara bukan hanya menyangkut efisiensi perjalanan, tetapi berkaitan langsung dengan kesempatan pasien memperoleh pertolongan sebelum kondisinya semakin kritis.
“Ini kita bukan bicara apa. Ini nyawa. Orang yang tidak paham, orang yang tidak ada di situasi itu mungkin pikir bahwa kita omong kosong.”
“Tapi kalau mereka yang menghadapi situasi begini, ini sangat-sangat kita butuhkan,” tegasnya.
Fernando berharap rencana pemerintah pusat menghadirkan ambulans udara dapat segera diwujudkan untuk mendukung pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.
Selain mengangkut pasien kritis, ambulans udara juga berpotensi mempercepat distribusi tenaga medis, obat-obatan, serta perlengkapan kesehatan ketika akses transportasi darat dan laut terganggu.
“Jadi itu kita berharap. Ini Bapak Presiden, Pemerintah Pusat, rencana ambulans udara. Kami di wilayah kepulauan ini sangat butuh.”
“Mungkin orang di tempat lain tidak butuh. Tapi kami di tempat ini sangat membutuhkan. Dan saya yakin di seluruh wilayah Indonesia pasti butuh,” pungkas Fernando.***




