Pernah merasa kalau sebagian anak Gen Z justru terlihat lebih dewasa dibanding orang dari generasi milenial? Fenomena ini cukup sering menjadi bahan pembicaraan di media sosial. Ada Gen Z yang masih berusia awal 20-an, tetapi penampilannya dianggap lebih matang dibanding milenial ketika berada di usia yang sama.
- 1. Tren Fashion Membuat Penampilan Lebih Dewasa
- 2. Makeup dan Skincare Juga Berpengaruh
- 3. Media Sosial Mengubah Cara Orang Menampilkan Diri
- 4. Kurang Tidur Bisa Memengaruhi Penampilan
- 5. Stres dan Gaya Hidup Ikut Memengaruhi
- 6. Paparan Sinar Matahari Bisa Memengaruhi Kulit
- Jadi, Benarkah Gen Z Lebih Cepat Tua?
Namun, apakah Gen Z memang mengalami penuaan lebih cepat? Jawabannya belum tentu. Tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa satu generasi secara keseluruhan mengalami penuaan biologis lebih cepat hanya karena mereka lahir pada periode tertentu.
Perbedaan tersebut lebih mungkin berkaitan dengan gaya hidup, kebiasaan perawatan diri, tren fashion, hingga cara seseorang menampilkan dirinya di depan kamera.
1. Tren Fashion Membuat Penampilan Lebih Dewasa
Salah satu faktor yang paling mudah terlihat adalah gaya berpakaian.
Tren fashion terus berubah dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sebagian Gen Z saat ini banyak menggunakan pakaian dengan potongan yang lebih rapi, oversized, monochrome, hingga gaya yang terinspirasi dari fashion era 1990-an dan 2000-an.
Pemilihan pakaian, warna, aksesori, serta gaya rambut dapat membuat seseorang terlihat lebih dewasa atau lebih muda meskipun usia sebenarnya sama.
Karena itu, perbandingan foto Gen Z dan milenial ketika berada di usia 20-an belum tentu menggambarkan perbedaan biologis. Bisa saja perbedaan tersebut muncul karena standar fashion pada masing-masing era memang berbeda.
2. Makeup dan Skincare Juga Berpengaruh
Perkembangan industri kecantikan membuat produk makeup dan skincare jauh lebih mudah ditemukan dibanding beberapa dekade sebelumnya.
Gen Z tumbuh ketika konten mengenai skincare, makeup, dan perawatan wajah sangat mudah diakses melalui media sosial. Produk seperti foundation, contour, brow makeup, hingga teknik makeup tertentu dapat mengubah bentuk visual wajah secara signifikan.
Di sisi lain, penggunaan skincare juga semakin populer. Sunscreen, misalnya, banyak digunakan sebagai bagian dari rutinitas perawatan kulit.
Artinya, penampilan seseorang di media sosial belum tentu mencerminkan kondisi wajah secara natural. Makeup, pencahayaan, filter, dan editing dapat membuat seseorang terlihat jauh lebih dewasa ataupun lebih muda.
3. Media Sosial Mengubah Cara Orang Menampilkan Diri
Gen Z merupakan generasi yang tumbuh bersama media sosial. Platform seperti Instagram, TikTok, dan berbagai aplikasi berbasis video membuat penampilan menjadi bagian penting dari cara seseorang membangun identitas di ruang digital.
Foto dan video yang muncul di media sosial biasanya sudah melalui proses pemilihan. Orang cenderung mengunggah penampilan terbaiknya, menggunakan pencahayaan tertentu, memilih angle wajah, bahkan memakai filter.
Akibatnya, persepsi kita terhadap usia seseorang bisa berbeda dari kondisi sebenarnya.
Hal ini juga membuat standar penampilan semakin tinggi. Seseorang yang berusia 20 tahun dapat terlihat jauh lebih matang karena gaya rambut, pakaian, makeup, dan cara mengambil gambar yang digunakan.
4. Kurang Tidur Bisa Memengaruhi Penampilan
Gaya hidup juga tidak bisa dilepaskan dari kondisi fisik.
Kurang tidur dapat membuat seseorang terlihat lebih lelah. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sleep menunjukkan bahwa kurang tidur dapat memengaruhi tampilan wajah, termasuk membuat mata terlihat lebih bengkak, lingkar mata lebih gelap, serta kulit terlihat lebih pucat atau kurang segar.
Kebiasaan tidur yang buruk tidak otomatis membuat seseorang mengalami penuaan lebih cepat. Namun, jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat membuat wajah terlihat lebih lelah sehingga seseorang tampak lebih tua dari usia sebenarnya.
5. Stres dan Gaya Hidup Ikut Memengaruhi
Stres juga dapat memengaruhi bagaimana seseorang terlihat.
Tekanan pekerjaan, pendidikan, masalah finansial, hubungan sosial, serta berbagai tuntutan kehidupan dapat memengaruhi kualitas tidur dan kebiasaan sehari-hari.
Selain itu, kebiasaan seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, pola makan yang kurang seimbang, serta kurang aktivitas fisik juga dapat berdampak terhadap kesehatan tubuh dan kulit.
Namun, penting untuk dicatat bahwa faktor-faktor tersebut tidak secara otomatis berlaku pada seluruh anggota Gen Z. Setiap individu memiliki kondisi dan gaya hidup yang berbeda.
6. Paparan Sinar Matahari Bisa Memengaruhi Kulit
Paparan sinar ultraviolet (UV) merupakan salah satu faktor lingkungan yang berhubungan dengan penuaan kulit.
Paparan UV berlebihan dalam jangka panjang dapat menyebabkan photoaging atau penuaan kulit akibat sinar matahari. Dampaknya dapat berupa munculnya garis halus, kerutan, perubahan pigmentasi, serta penurunan elastisitas kulit.
Karena itu, kebiasaan menggunakan perlindungan terhadap sinar matahari, terutama sunscreen, menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan kulit.
Jadi, Benarkah Gen Z Lebih Cepat Tua?
Belum ada dasar ilmiah yang cukup untuk menyimpulkan bahwa Gen Z secara biologis mengalami penuaan lebih cepat dibanding generasi milenial.
Kesan bahwa Gen Z terlihat lebih tua kemungkinan besar merupakan kombinasi dari berbagai faktor, mulai dari fashion, makeup, skincare, gaya rambut, penggunaan media sosial, kualitas tidur, stres, hingga pencahayaan dan filter dalam foto.
Sebaliknya, milenial yang terlihat lebih muda juga bukan berarti mereka memiliki proses penuaan yang berbeda secara otomatis. Faktor genetik, lingkungan, kebiasaan hidup, dan perawatan diri tetap memiliki peran besar terhadap penampilan seseorang.
Jadi, kalau melihat seseorang berusia 20 tahun tetapi terlihat seperti sudah 30 tahun, jangan buru-buru menyalahkan generasinya. Bisa jadi gaya berpakaian, makeup, pencahayaan, atau bahkan ekspresi wajahnya yang membuatnya terlihat lebih dewasa.
Pada akhirnya, usia biologis dan kesan visual adalah dua hal yang berbeda. Gen Z belum tentu benar-benar lebih cepat tua dibanding milenial—mereka mungkin hanya punya gaya tampil yang berbeda dari generasi sebelumnya. (ACH)





