JAKARTA – Persib Bandung kembali harus melewati Manila Digger FC untuk mendapatkan tiket ke fase grup AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027. Duel kedua tim dijadwalkan berlangsung pada Senin, 31 Agustus 2026.
Pertandingan tersebut menjadi laga penting bagi Persib karena kemenangan akan memastikan Maung Bandung tampil di fase grup kompetisi antarklub Asia. Sementara bagi Manila Digger, pertandingan ini menjadi kesempatan untuk membalas kekalahan dari Persib pada babak yang sama musim sebelumnya.
Persib dan Manila Digger sebenarnya bukan lawan baru. Kedua tim sudah bertemu pada play-off ACL Two 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Saat itu Persib berhasil mengamankan kemenangan 2-1.
Namun, hasil tersebut juga menunjukkan bahwa Manila Digger bukan tim yang mudah ditaklukkan. Wakil Filipina tersebut mampu memberikan perlawanan dan bahkan mencetak gol melalui Modou Joof sebelum Persib memastikan kemenangan lewat gol Uilliam Barros.
Kini, Manila Digger datang dengan pengalaman yang jauh lebih banyak di kompetisi Asia. Setelah kalah dari Persib musim lalu, mereka melanjutkan perjalanan di AFC Challenge League 2025/2026 dan berhasil mencapai semifinal.
Dalam perjalanan menuju semifinal, Manila Digger terlebih dahulu menghadapi Dewa United di babak perempat final. Mereka menang 1-0 pada leg pertama di Manila dan kemudian bermain imbang 2-2 pada pertandingan kedua di Indonesia. Hasil tersebut membuat Manila Digger lolos dengan keunggulan agregat 3-2.
Pencapaian tersebut cukup bersejarah bagi sepak bola Filipina. Federasi Sepak Bola Filipina (PFF) menyebut Manila Digger sebagai klub profesional Filipina pertama yang berhasil mencapai semifinal kompetisi antarklub AFC.
Perjalanan mereka kemudian terhenti di semifinal setelah menghadapi Preah Khan Reach Svay Rieng dari Kamboja. Manila Digger mampu menahan imbang lawannya 1-1 pada leg pertama, tetapi akhirnya tersingkir setelah kalah pada pertemuan kedua.
Dari komposisi pemain, Manila Digger juga memiliki beberapa nama yang patut diperhatikan Persib. Berdasarkan data Transfermarkt yang dikutip detikJabar, klub Filipina tersebut memiliki 18 pemain dengan total nilai pasar sekitar Rp29,46 miliar. Rata-rata usia skuad berada di angka 27,3 tahun, sementara 12 pemain di antaranya berstatus pemain asing.
Salah satu pemain yang menjadi perhatian adalah Saikouy Ceesay. Penyerang asal Gambia berusia 26 tahun tersebut memiliki nilai pasar sekitar Rp3,48 miliar dan menjadi salah satu pemain dengan valuasi tertinggi di skuad Manila Digger.
Ceesay juga tampil produktif sepanjang musim 2025/2026. Ia mencetak 17 gol di Philippines Football League dan menambah satu gol di AFC Challenge League.
Selain Ceesay, Persib juga perlu mengawasi Baboucarr Touray. Pemain asal Gambia berusia 20 tahun tersebut bermain di sektor sayap dan mencatatkan 17 gol serta sembilan assist di kompetisi domestik pada musim lalu.
Ancaman lain datang dari Modou Joof. Bek tengah asal Gambia itu sudah memiliki pengalaman menghadapi Persib karena mencetak gol ke gawang Maung Bandung pada pertemuan kedua klub di play-off ACL Two musim sebelumnya.
Kehadiran sejumlah pemain asing membuat Manila Digger memiliki gaya permainan yang cukup berbeda dibandingkan banyak klub Filipina lainnya. Mereka juga sudah mendapatkan pengalaman menghadapi klub-klub Indonesia setelah bertemu Persib dan Dewa United dalam kompetisi Asia.
Bagi Persib, laga nanti tentu menjadi kesempatan untuk membuktikan perbedaan kualitas antara juara Indonesia dan wakil Filipina. Di atas kertas, Maung Bandung lebih diunggulkan, tetapi pengalaman Manila Digger sepanjang musim lalu membuat laga ini tidak bisa dianggap sebagai pertandingan mudah.
Terlebih, Manila Digger sudah pernah memberikan kejutan di kompetisi Asia. Mereka mampu mengalahkan Dewa United dengan agregat 3-2 dan mencapai semifinal AFC Challenge League. Artinya, Persib tidak hanya menghadapi tim yang sama seperti musim lalu, tetapi juga klub yang kini memiliki pengalaman kontinental lebih banyak.
Menariknya, jika berhasil melewati Manila Digger, Persib akan masuk Grup E ACL Two 2026/2027. Berdasarkan hasil undian, calon lawan Maung Bandung di fase grup adalah FC Seoul dari Korea Selatan, Melbourne Victory dari Australia, dan The Cong-Viettel dari Vietnam.
Karena itu, pertandingan melawan Manila Digger menjadi pintu awal bagi Persib untuk kembali bersaing di level Asia. Kemenangan tidak hanya mengantarkan mereka ke fase grup, tetapi juga membuka peluang menghadapi klub-klub kuat dari Korea Selatan, Australia, dan Vietnam.
Persib boleh lebih diunggulkan, tetapi pengalaman Manila Digger musim lalu menjadi peringatan bahwa Maung Bandung tidak boleh lengah. Jika ingin kembali tampil di fase grup ACL Two, Persib harus mampu mengatasi wakil Filipina tersebut sejak menit pertama. (ACH)





