NTT — Aksi berani dilakukan General Manager Pelindo Maumere, Angga Adi Prebawa, saat gempa bumi berkekuatan 7,7 SR mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah kepanikan di Pelabuhan Maumere, Angga terjun ke laut untuk membantu menyelamatkan sejumlah penumpang yang jatuh ke laut.
Saat gempa terjadi, Angga sedang berada di kawasan pelabuhan untuk melakukan silent inspection. Guncangan kuat membuat kondisi terminal berubah dengan cepat. Sejumlah puing berjatuhan, sementara tangga kapal yang digunakan calon penumpang untuk naik ke kapal ikut terdampak hingga terlepas dan jatuh ke laut.
Beberapa penumpang yang berada di atas tangga tersebut ikut tercebur. Melihat kejadian itu, Angga langsung mengambil tindakan. Ia turun ke laut bersama personel TNI AL yang berada di lokasi untuk membantu proses evakuasi.
Tanpa banyak pertimbangan, Angga berenang mendekati penumpang yang membutuhkan pertolongan dan membantu proses penyelamatan.
“Saat melihat ada penumpang yang jatuh ke laut, yang terpikir saat itu hanya bagaimana mereka bisa segera diselamatkan. Tidak ada waktu untuk berpikir panjang,” ujar Angga.
Dalam situasi darurat tersebut, personel TNI AL juga bergerak membantu. Kerja sama secara spontan itu mempercepat proses evakuasi penumpang yang jatuh ke laut.
Angga mengatakan tindakan tersebut bukan sesuatu yang perlu dianggap sebagai aksi heroik. Menurut dia, keselamatan penumpang merupakan tanggung jawab seluruh pihak yang berada di lingkungan pelabuhan.
“Saya kira ini bukan soal heroik. Kami semua yang berada di pelabuhan punya tanggung jawab untuk memastikan keselamatan penumpang. Ketika ada yang membutuhkan pertolongan, ya kami harus membantu semaksimal mungkin,” katanya.
Peristiwa tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat di kawasan pelabuhan. Prinsip keselamatan atau safety first tidak hanya diterapkan dalam prosedur pelayanan, tetapi juga dituntut diwujudkan melalui tindakan cepat ketika terjadi keadaan yang membahayakan pengguna jasa.
Bagi Pelindo, keselamatan penumpang dan pengguna jasa menjadi bagian penting dalam pelayanan kepelabuhanan. Karena itu, setiap personel dituntut memiliki kepekaan terhadap kondisi di lapangan, mampu mengambil keputusan dengan cepat, serta siap menghadapi situasi darurat, termasuk ketika bencana terjadi.





