BANDUNG — Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, mengungkap alasan klub tetap mempertahankan Kakang Rudianto dalam skuad musim ini, sementara Dion Markx harus menjalani masa peminjaman. Menurut Igor, perbedaan pengalaman dan kebutuhan menit bermain menjadi pertimbangan utama dalam mengambil keputusan tersebut.
Igor menjelaskan, keputusan terhadap Dion bukan karena Persib menilai sang pemain tidak memiliki kemampuan. Bek muda tersebut justru dinilai membutuhkan lebih banyak kesempatan tampil agar perkembangannya sebagai pemain semakin matang.
Dion telah menghabiskan satu musim bersama Persib. Namun, ketatnya persaingan di lini belakang membuat kesempatan bermain yang diperolehnya masih terbatas. Situasi itu kemudian mendorong Persib mencari opsi yang memungkinkan Dion mendapatkan menit bermain lebih banyak.
“Untuk Dion, setelah berada di Persib selama satu tahun, dia perlu bermain. Kami menemukan solusi agar dia bisa mendapatkan menit bermain,” kata Igor.
Persaingan tersebut menjadi semakin berat karena Dion harus bersaing dengan sejumlah pemain yang memiliki pengalaman lebih tinggi, salah satunya Sandy Walsh. Dalam kondisi seperti itu, Igor menilai akan sulit bagi Dion memperoleh kesempatan bermain secara konsisten jika tetap berada dalam skuad Persib.
Bagi pemain muda, minimnya waktu tampil dalam pertandingan kompetitif dinilai dapat menghambat proses perkembangan. Karena itu, peminjaman dipilih sebagai jalan keluar agar Dion tetap bisa mendapatkan pengalaman bertanding dan kesempatan bermain secara reguler.
“Tetapi bagi Dion yang berada di belakang Sandy Walsh, itu menjadi masalah. Karena selama satu tahun, berapa banyak pertandingan yang dia jalani? Jadi, ini adalah keputusan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang hal ini. Kami sudah memikirkan hal ini dan mencoba untuk menemukan solusi,” ujar Igor.
Kondisi berbeda dialami Kakang Rudianto. Pemain yang berposisi sebagai bek tersebut dinilai sudah memiliki modal pengalaman yang cukup untuk tetap bersaing di skuad Persib.
Igor menyebut Kakang telah menjadi bagian dari Persib selama sekitar tiga tahun. Dalam periode tersebut, Kakang juga mengumpulkan menit bermain dalam jumlah cukup tinggi sehingga dianggap lebih siap menghadapi persaingan di lini pertahanan.
“Kakang adalah pemain yang sudah berada di Persib. Dia sudah bermain selama tiga tahun dan memiliki menit bermain paling banyak. Dia selalu siap bermain,” tutur Igor.
Pengalaman pertandingan menjadi salah satu faktor penting yang membedakan situasi Kakang dan Dion. Igor menilai Kakang sudah terbiasa menghadapi persaingan dengan pemain yang lebih senior, sehingga keberadaan pemain seperti Sandy Walsh tidak menjadi hambatan besar baginya.
“Jika Kakang berada di Persib dan Sandy bermain, bagi Kakang itu bukan masalah karena dia sudah memiliki 100 pertandingan,” kata Igor.
Dengan pengalaman tersebut, Persib memilih mempertahankan Kakang dalam skuad. Keputusan itu sekaligus menunjukkan bahwa kebutuhan tim terhadap seorang pemain tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan dan pengalaman yang telah dimiliki.
Igor juga memberikan respons terhadap kritik yang muncul ketika Kakang melakukan kesalahan dalam pertandingan. Menurut dia, kesalahan merupakan bagian dari perjalanan seorang pesepak bola dan tidak bisa dijadikan satu-satunya dasar untuk menilai kemampuan pemain.
“Apakah Kakang membuat kesalahan? Ya. Tapi siapa yang tidak pernah membuat kesalahan? Siapa di antara kalian yang tidak pernah membuat kesalahan?” ucap Igor.
Ia menilai pemain tetap perlu mendapatkan evaluasi ketika melakukan kesalahan. Namun, proses tersebut harus dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan pengalaman serta perkembangan pemain dari waktu ke waktu.
Dalam konteks Kakang, pengalaman bermain yang sudah dimiliki menjadi salah satu modal penting untuk menghadapi persaingan di Persib. Sementara bagi Dion, kesempatan bermain secara reguler menjadi kebutuhan yang dinilai lebih mendesak untuk menunjang perkembangannya.
Igor pun berharap perkembangan skuad Persib dapat diberitakan secara terbuka dan akurat. Ia mengingatkan awak media agar tetap menjalankan tugas jurnalistik dengan baik dalam menyampaikan informasi mengenai kondisi tim kepada publik.
“Saya harap kalian terus melakukan tugas kalian secara terbuka dan mencoba untuk meningkatkan kemampuan, seperti yang kami katakan sebelumnya,” pungkas Igor.