Kesaksian memilukan datang dari salah seorang penumpang selamat musibah KMP Virgo Transport 08, Ahmad Saudi. Ia mengungkapkan bahwa kapal motor penumpang yang mengarungi rute Surabaya–Banjarmasin tersebut mengalami kemiringan ekstrem dalam durasi yang sangat cepat tanpa didahului peringatan tanda bahaya atau sirine emergency.
Ahmad merupakan satu dari 69 korban selamat yang berhasil diangkut oleh kapal komersial MV Haida dan tiba di Posko Terpadu Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 18.00 WITA.
Mengingat kembali detik-detik mencekam sekitar pukul 01.30 WIB dini hari itu, Ahmad mengaku tengah tertidur di area sofa ruang akomodasi ketika situasi mendadak berubah menjadi kepanikan massal.
“Kejadiannya sangat cepat. Waktu saya tidur di sofa, tiba-tiba banyak orang berlarian. Pas saya tanya ada apa, mereka bilang kapal miring. Saya berdiri dan ternyata posisi kapal memang sudah miring sungguhan,” kenang Ahmad saat ditemui di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, dilansir dari Detikcom.
Bertahan di Lambung Kapal hingga Penumpang Terjebak
Di tengah situasi chaos dan kepanikan penumpang, Ahmad merambat memegang bingkai jendela untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh. Seiring bertambah buruknya kemiringan kapal, ia berhasil merayap naik menuju area lambung atas kapal yang masih mengapung sembari menunggu bantuan sekoci.
“Saya lari pegangan jendela sampai kapal terbalik miring. Setelah miring total, saya naik ke atas lambung nunggu sampai ada perahu karet. Pas perahu karet mendekat, baru saya nekat loncat,” lanjutnya.
Ahmad membeberkan kekhawatirannya terhadap nasib penumpang lain yang berada di dalam kabin kelas ekonomi. Menurut pengamatannya, mayoritas penumpang laki-laki dan pengemudi logistik yang berada di deck luar sempat menyelamatkan diri, sementara penumpang wanita dan anak-anak diduga kuat terjebak di dalam kamar lantaran tidak ada alarm peringatan bahaya yang berbunyi.
“Ibu-ibu yang tinggal di kamar ekonomi kemungkinan besar tidak sempat keluar karena proses miringnya kapal terlalu cepat. Sama sekali tidak ada alarm pemberitahuan, tidak ada tanda-tanda. Yang berhasil keluar rata-rata pengemudi dan laki-laki yang ada di luar,” ungkapnya prihatin.
3 Jam Terombang-Ambing Dihantam Badai
Meski berhasil melompat ke sekoci penyelamat, perjuangan Ahmad belum usai. Perahu karet yang ditumpanginya terombang-ambing hebat di tengah lautan akibat hempasan angin kencang dan gelombang laut tinggi selama kurun waktu tiga jam sebelum akhirnya dievakuasi oleh awak MV Haida.
“Di perahu karet itu saya tiga jam dihantam ombak besar dan angin kencang. Pokoknya gelombangnya tinggi sekali. Beruntung saya sempat loncat ke sekoci,” tuturnya.
Update Evakuasi Pelabuhan Trisakti
Hingga Minggu (13/9/2026) pukul 17.00 WITA, Tim SAR Gabungan mencatat total 153 penumpang telah berhasil dievakuasi oleh gabungan armada penolong menuju Banjarmasin.
Selain MV Haida yang menyandarkan 69 korban selamat, pemutakhiran data mencatat pengerahan kapal penolong lain seperti KM Cahaya Bahari, TB TCP 205, dan MT Mauhau (TB Mauhan). Tercatat sedikitnya enam korban jiwa (main delta) telah terkonfirmasi meninggal dunia dan berada dalam proses penanganan tim medis.