JAKARTA – Pernah melihat mobil mengalami kerusakan parah pada bagian depan setelah kecelakaan dan mengira kendaraan tersebut memiliki bodi yang ringkih? Anggapan tersebut tidak selalu benar.
Pada mobil modern, bagian tertentu memang dirancang untuk mengalami deformasi ketika terjadi benturan.
Deformasi tersebut merupakan bagian dari konsep keselamatan kendaraan yang dikenal sebagai crumple zone.
Area ini dirancang untuk membantu menyerap energi benturan sebelum energi tersebut mencapai ruang penumpang.
Menurut Insurance Institute for Highway Safety (IIHS), bagian kendaraan di antara bumper depan dan ruang penumpang dapat menyerap energi kecelakaan dengan cara mengalami deformasi.
Desain tersebut membantu mengurangi gaya yang diterima orang di dalam kendaraan saat tabrakan.
Bodi Mobil Tidak Dirancang Sama-sama Keras
Salah satu kesalahpahaman yang sering muncul adalah anggapan bahwa mobil dengan bodi paling keras berarti paling aman.
Padahal, kendaraan modern memiliki struktur dengan tingkat kekakuan yang berbeda.
Bagian depan dan belakang dapat dirancang untuk berubah bentuk ketika menerima benturan, sementara ruang penumpang dibuat lebih kuat untuk mempertahankan area perlindungan bagi pengemudi dan penumpang.
Penelitian teknis yang dipublikasikan melalui National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) juga menjelaskan bahwa performa tabrakan yang baik membutuhkan bagian depan yang mampu menyerap energi benturan serta ruang penumpang yang tetap kuat.
Kenapa Harus Penyok Saat Tabrakan?
Saat mobil mengalami tabrakan, energi dari benturan harus dikelola oleh struktur kendaraan.
Jika bagian tertentu dapat mengalami deformasi secara terkontrol, energi benturan dapat diserap oleh struktur tersebut.
Konsep ini membuat bagian luar mobil bisa terlihat rusak berat, sementara struktur ruang penumpang tetap berupaya mempertahankan ruang hidup bagi orang di dalamnya.
IIHS menjelaskan bahwa semakin panjang jarak antara bagian depan kendaraan dan ruang penumpang, semakin banyak ruang yang tersedia bagi struktur depan untuk mengalami deformasi sebelum mencapai kabin.
Karena itu, bodi yang penyok setelah tabrakan tidak bisa dijadikan satu-satunya indikator bahwa mobil tersebut tidak aman.
Kabin Justru Harus Tetap Kuat
Berbeda dengan crumple zone, ruang penumpang memiliki fungsi untuk mempertahankan integritas struktur ketika kecelakaan terjadi.
NHTSA mendefinisikan crashworthiness sebagai kemampuan kendaraan memberikan perlindungan kepada penumpang untuk mengurangi risiko kematian dan cedera serius dalam kecelakaan.
Pengujiannya mencakup berbagai kondisi tabrakan untuk melihat seberapa baik kendaraan melindungi orang di dalamnya.
Karena itu, produsen tidak sekadar membuat mobil dengan bodi yang “lembek”. Struktur kendaraan dirancang dengan bagian yang dapat menyerap energi dan bagian lain yang harus mempertahankan kekuatan kabin.
Mobil Aman Tidak Bisa Dinilai dari Bodi Saja
Kerusakan pada panel bodi setelah kecelakaan juga tidak bisa digunakan untuk menentukan tingkat keselamatan sebuah mobil.
Penilaian keselamatan kendaraan dilakukan melalui pengujian tabrakan yang mempertimbangkan perlindungan penumpang dan struktur kendaraan.
NHTSA, misalnya, melakukan pengujian tabrakan depan, samping, serta risiko terguling dalam program penilaian keselamatan kendaraannya.
Selain struktur bodi, sistem keselamatan seperti sabuk pengaman dan airbag juga memiliki peran penting dalam mengurangi risiko cedera.
Jadi, kalau melihat mobil baru mengalami tabrakan lalu bagian depannya ringsek, jangan langsung menyimpulkan mobil tersebut tidak kuat.
Bodi yang dapat penyok pada area tertentu justru bisa menjadi bagian dari rancangan keselamatan karena struktur tersebut bertugas menyerap energi benturan sebelum mencapai ruang penumpang.***