JAKARTA – Persija Jakarta harus memindahkan laga kandang kontra Java United ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Pertandingan pekan ketiga Super League 2026/2027 tersebut dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2026.
Keputusan itu sempat menimbulkan pertanyaan di kalangan pencinta sepak bola nasional.
Pasalnya, Persija dikenal memiliki dua stadion kandang yang didaftarkan untuk musim ini, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Jakarta International Stadium (JIS).
Namun, perpindahan laga ke Bali tidak otomatis membuat Persija mendapatkan sanksi pengurangan poin. I.League memang menyediakan mekanisme penggunaan stadion alternatif bagi klub yang mengalami kendala dalam menggunakan stadion kandangnya.
Ada Batas Penggunaan Stadion Alternatif
Ketentuan tersebut tercantum dalam Pasal 33 Regulasi Super League 2026/2027 tentang stadion.
Regulasi menyebut penggunaan stadion alternatif terdaftar di luar kandang utama hanya diperbolehkan maksimal empat kali dalam satu musim untuk alasan-alasan yang telah ditentukan.
Jika ketentuan tersebut dilanggar, klub dapat dikenai sanksi pengurangan satu poin pada musim berjalan.
Regulasi juga menyatakan pengurangan poin berlaku pada setiap akumulasi empat kali perpindahan stadion berikutnya.
Dengan aturan tersebut, klub tetap memiliki ruang untuk menggunakan venue alternatif apabila kondisi stadion kandang utama memang tidak dapat digunakan.
SUGBK dan JIS Sama-sama Tidak Bisa Dipakai
Untuk laga menghadapi Java United, Persija tidak dapat menggunakan SUGBK karena stadion tersebut dipersiapkan untuk agenda FIFA ASEAN Cup 2026.
Sementara itu, JIS juga tidak tersedia pada periode tersebut karena tengah dipersiapkan untuk konser The Weeknd yang dijadwalkan berlangsung pada 26-27 September 2026.
Kondisi tersebut membuat Persija harus mencari venue alternatif di luar Jakarta.
Persija kemudian memilih Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar, Bali, sebagai lokasi pertandingan melawan Java United.
Laman resmi I.League juga mencatat pertandingan Persija kontra Java United pada 19 September 2026 digelar di stadion tersebut.
Persija Baru Sekali Menggunakan Stadion Alternatif
Laga melawan Java United menjadi perpindahan stadion alternatif pertama Persija pada musim 2026/2027.
Artinya, berdasarkan ketentuan penggunaan stadion alternatif maksimal empat kali, Persija masih memiliki tiga kesempatan lagi sebelum mencapai batas tersebut.
Situasi ini berbeda dengan Java United dan Isenmulang Kalteng FC yang memulai Super League 2026/2027 dengan pengurangan dua poin.
Kedua klub tersebut mendapat sanksi karena melakukan perubahan home base setelah proses Club Licensing Cycle 2025/2026 selesai sehingga terdapat kriteria infrastruktur yang tidak terpenuhi.
Bukan Berarti Persija Bebas dari Risiko Sanksi
Persija memang belum terkena pengurangan poin karena baru satu kali menggunakan stadion alternatif. Namun, klub tetap harus memperhatikan batas yang ditetapkan dalam regulasi.
Apabila penggunaan stadion alternatif melampaui ketentuan yang diatur, Persija dapat terkena sanksi pengurangan satu poin pada musim berjalan.
Dengan demikian, perpindahan laga Persija ke Bali bukan merupakan pelanggaran yang otomatis berujung pada pemotongan poin.
Regulasi I.League memang memberikan mekanisme penggunaan stadion alternatif, tetapi jumlah penggunaannya dibatasi dalam satu musim.***