JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak dan produktif. Pesan itu disampaikan dalam kuliah umum pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) 2026 di Medan.
Kapolri menilai kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) berlangsung cepat sehingga generasi muda perlu memiliki kemampuan beradaptasi. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai kemampuan akademik, tetapi juga perlu membangun karakter, integritas, serta keterampilan digital.
Pemuda Diminta Cermat Hadapi Informasi Digital
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menyoroti tingginya penggunaan media sosial yang belum sepenuhnya diiringi kemampuan literasi digital yang memadai. Kondisi itu dapat meningkatkan risiko masyarakat terpapar hoaks, disinformasi, pencurian data, phishing, hingga konten manipulatif berbasis AI seperti deepfake.
Kementerian Komunikasi dan Digital juga mencatat tantangan serupa. Laporan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 menunjukkan kemampuan masyarakat dalam menggunakan layanan digital untuk komunikasi sudah relatif baik. Sebanyak 59,5 persen responden mampu menggunakan aplikasi pesan instan secara mandiri, 59,3 persen mampu menggunakan media sosial, dan 55,2 persen mampu memanfaatkan mesin pencari untuk mencari informasi. Namun, masih terdapat kesenjangan dalam pemanfaatan teknologi untuk aktivitas yang lebih produktif.
Ancaman informasi palsu juga masih ditemukan dalam beberapa waktu terakhir. Pada 24 September 2026, Komdigi membantah informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga hari. Kementerian menyatakan dokumen yang beredar mengatasnamakan pemerintah tersebut merupakan informasi palsu.
Selain itu, Komdigi pada 26 September 2026 mengklarifikasi hoaks mengenai bantuan laptop dan ponsel gratis bagi mahasiswa. Tautan yang beredar meminta sejumlah data pribadi dan dinilai berisiko digunakan untuk pencurian data.
Dorong Mahasiswa Produktif di Era AI
Kapolri juga mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti sebagai pengguna teknologi. Generasi muda diharapkan mampu menghasilkan karya, mengembangkan kompetensi, serta menggunakan teknologi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Kapolri, mahasiswa perlu menjadi pembelajar sepanjang hayat dengan terus memperbarui ilmu dan kemampuan adaptasi. Di lingkungan kampus, mereka juga didorong menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi serta membangun budaya akademik yang sehat.
Di luar lingkungan kampus, pemuda dinilai memiliki ruang untuk berkontribusi melalui kegiatan sosial, kewirausahaan, maupun pengembangan kemampuan sesuai bidang yang ditekuni.
Kapolri mengaitkan peran tersebut dengan bonus demografi Indonesia pada 2030-2035. Pendidikan, keterampilan, dan penciptaan lapangan kerja menjadi bagian penting agar potensi generasi muda dapat dimanfaatkan secara optimal.
Kapolri pun mengajak mahasiswa menggunakan ruang digital untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat, menolak provokasi, serta ikut menjaga kerukunan dan persatuan.
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah perkembangan AI yang membuat konten palsu semakin sulit dibedakan dari informasi asli. Komdigi sebelumnya mengingatkan bahwa teknologi deepfake mampu meniru wajah maupun suara sehingga dapat dimanfaatkan untuk penipuan digital.