Komisi II DPR RI menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Ombudsman RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026). Dalam rapat tersebut, Ombudsman memaparkan sejumlah temuan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Lapas Kelas IIA Cibinong.
Salah satu temuan yang menjadi sorotan adalah keberadaan dua mobil mewah di area lapas. Ombudsman mengaku belum mengetahui siapa pemilik kendaraan tersebut.
βIni tidak punya pagar yang ini jalan itu akses ke masyarakat. Dan ini tempat pembuangan sampah di bawahnya kami menemukan mobil mewah dua. Kami tidak tahu itu untuk siapa,β kata anggota Ombudsman RI, Syafrida R Rasahan, dalam RDP tersebut.
Selain dua mobil mewah, Ombudsman juga menemukan kartu rumah sakit atas nama Hansen Setiawan di salah satu bangunan yang berada di area Lapas Cibinong.
Menurut Syafrida, kartu tersebut berasal dari Rumah Sakit Pondok Indah. Setelah dilakukan pengecekan, nama Hansen Setiawan disebut merupakan Direktur Utama PT Sentra Usahatama Jaya yang menjalani hukuman dalam kasus importasi gula.
βKami menemukan juga adanya kartu eh rumah sakit Pondok Indah atas nama Hansen Setiawan, yang kemudian kami cek itu adalah Direktur Utama PT Sentra Usahatama Jaya terpidana dalam kasus importasi gula di salah satu bangunan di area Lapas Kelas IIA Cibinong,β ujarnya.
Temuan lain yang disampaikan Ombudsman adalah dugaan pungutan liar (pungli) terhadap warga binaan. Besaran pungutan disebut mencapai Rp 150 ribu per minggu.
Informasi mengenai pungli tersebut, kata Syafrida, diperoleh dari keluarga warga binaan.
βYa, kemudian kami menemukan masih ada pungli eh terhadap warga binaan sebesar Rp 150 ribu per minggu, yang di salah satu blok yang berada di area lapas,β katanya.
Ombudsman juga menyoroti aspek keamanan Lapas Cibinong. Dalam sidak, ditemukan sejumlah area yang dinilai tidak memiliki pembatas memadai, termasuk blok tahanan yang disebut tidak dilengkapi pagar kawat berduri.
Selain itu, terdapat jalan yang mengarah ke area tahanan namun tidak memiliki pagar pembatas dan dapat terhubung dengan blok tahanan.
βYa, jadi yang paling penting kami sorot adalah keamanan. Dan kemudian itu yang tempat berdiri dua orang, itu bisa terhubung ke gedung eh apa ke blok tahanan. Jadi blok tahanan itu tidak punya kawat berduri sebagaimana lapas yang ada atau Rutan yang ada di tempat lain. Untuk di Cibinong ini tidak dipasang, Pak,β ujar Syafrida.