JAKARTA — TNI resmi memperkenalkan Pakaian Dinas Upacara (PDU) 1 Trimatra terbaru dalam puncak peringatan HUT ke-81 TNI di Jakarta, Senin (5/10/2026). Seragam baru ini tidak hanya menghadirkan desain yang lebih modern, tetapi juga membawa simbol persatuan tiga matra serta nilai budaya Nusantara.
Rancangan PDU 1 Trimatra tersebut merupakan gagasan internal TNI yang dikembangkan untuk memperkuat identitas, kehormatan, dan tradisi kedinasan prajurit. Desain itu telah melalui mekanisme internal TNI dan mendapat persetujuan Presiden Republik Indonesia selaku Panglima Tertinggi TNI.
Dari sisi desain, PDU 1 Trimatra menggabungkan karakter pakaian upacara militer dengan sentuhan budaya Indonesia. Potongan seragam dibuat tegas dan terstruktur dengan pendekatan tailoring militer tradisional, sementara bentuk beskap modern menjadi salah satu inspirasi utama dalam rancangan tersebut.
Penggunaan unsur beskap dimaksudkan untuk menghadirkan karakter budaya Nusantara ke dalam pakaian resmi prajurit. Dengan demikian, desain PDU 1 Trimatra tidak hanya menampilkan aspek kerapian dan kewibawaan dalam kegiatan kenegaraan, tetapi juga membawa identitas budaya bangsa.
Dari sisi bahan, pembuatan PDU 1 Trimatra mengacu pada ketentuan dalam Peraturan Panglima TNI. Teknologi garmen modern turut diterapkan untuk mendukung kenyamanan, kerapian, dan ketahanan pakaian ketika digunakan dalam berbagai kegiatan upacara serta tugas protokoler.
Salah satu bagian yang menjadi perhatian dalam rancangan tersebut adalah kerah dan manset lengan. Kedua bagian itu tidak hanya berfungsi sebagai detail desain, tetapi juga memuat simbol dan makna yang berkaitan dengan hierarki, pengabdian, serta keterpaduan TNI.
Kerah berwarna merah digunakan sebagai penanda bagi Perwira dan Komandan. Warna tersebut dimaknai sebagai simbol kekuatan dan ketangguhan dalam menjalankan tugas. Sementara bagi Bintara dan Tamtama, warna dasar kerah disesuaikan dengan warna dominan masing-masing matra.
Di sekeliling kerah terdapat ornamen berbentuk rantai atau tambang. Detail tersebut menjadi simbol ikatan pengabdian yang kokoh dan tidak terbatas. Ornamen itu sekaligus merepresentasikan soliditas tiga matra, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara, dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Makna simbolis juga terdapat pada bagian manset lengan. Bordir bermotif padi menggambarkan dedikasi prajurit yang tetap rendah hati, namun memiliki keteguhan dalam menjalankan peran sebagai pengayom dan pelindung kemakmuran rakyat.
Meski menggunakan standar desain yang sama untuk seluruh TNI, PDU 1 Trimatra tetap mempertahankan karakter masing-masing angkatan melalui penggunaan warna khusus. Perbedaan tersebut menjadi penanda identitas sekaligus kebanggaan setiap matra.
Pada TNI Angkatan Darat, warna hijau menjadi ciri utama. Warna tersebut menggambarkan karakter kokoh dan membumi serta kedekatan prajurit dengan rakyat dan tanah air. Hijau juga memiliki keterkaitan historis dengan penggunaannya sebagai warna kamuflase operasional dan dikaitkan dengan mandat pertahanan negara sebagaimana tercantum dalam Pasal 30 ayat (3) UUD 1945.
Sementara itu, TNI Angkatan Laut menggunakan warna putih. Warna tersebut merepresentasikan kesiapsiagaan, ketulusan dalam mengabdi, serta keikhlasan berkorban dalam menjalankan tugas menjaga wilayah perairan Indonesia.
Adapun TNI Angkatan Udara menggunakan warna biru dongker atau navy. Warna ini menggambarkan ruang angkasa sebagai wilayah pengabdian sekaligus merepresentasikan kewibawaan, ketegasan, kestabilan emosi, dan ketenangan prajurit dalam menjalankan tugas.
Kehadiran PDU 1 Trimatra terbaru dengan demikian menjadi bagian dari upaya TNI mempertahankan identitas masing-masing matra dalam satu kesatuan desain. Unsur warna, ornamen, hingga potongan pakaian dirancang untuk membawa pesan mengenai karakter, pengabdian, dan persatuan prajurit.
Pengenalan seragam tersebut bertepatan dengan puncak peringatan HUT ke-81 TNI. Melalui PDU 1 Trimatra, TNI memadukan pembaruan desain dengan nilai tradisi dan budaya Nusantara, sekaligus menegaskan semangat soliditas tiga matra dalam menjalankan tugas pertahanan negara.