Pembalap tim Alpine F1, Franco Colapinto, melayangkan teguran paling keras dan terbuka kepada basis pendukungnya menyusul maraknya aksi perundungan siber (cyberbullying) dan ujaran kebencian di media sosial. Dalam pesan terbukanya, pembalap muda asal Argentina tersebut secara mengejutkan menegaskan bahwa aksi toksik para fans justru “tidak membantu dirinya maupun masa depannya di Formula 1.”
Sepanjang musim 2026, fenomena serangan siber yang dilancarkan sejumlah fans fanatik asal Argentina kerap menyasar rekan satu tim Colapinto di Alpine, Pierre Gasly, eks rekan setimnya Esteban Ocon, hingga juara dunia bertahan Lando Norris.
Eskalasi teror digital ini bahkan sempat membuat Penasihat Khusus Alpine, Flavio Briatore, mengancam akan melarang (blackout) akses media Argentina terhadap Colapinto jika situasi tidak kunjung membaik.
Pernyataan Tegas Colapinto: “Kalian Malah Melakukan Hal Sebaliknya”
Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya berbahasa Spanyol, Colapinto mengakui bahwa topik ini sudah sangat mendesak untuk dibicarakan secara jujur dan terbuka.
“Halo semuanya, ada hal sangat penting yang sudah lama ingin saya bicarakan. Saya mungkin seharusnya berbicara lebih awal, tetapi ini adalah sesuatu yang harus diatasi, kita ubah, dan perbaiki bersama,” buka Colapinto.
Ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas dukungan luar biasa yang diterimanya sejak awal karier. Namun, ia menyayangkan tindakan sebagian pendukung yang justru menyerang orang-orang di lingkungannya.
“Saya selalu bersyukur atas dukungan kalian… Namun terkadang, kita melangkah terlalu jauh. Bukannya mendukung saya, kita malah mengkritik dan menyerang pembalap lain, rekan sejawat, rekan satu tim saya, para mekanik, hingga teknisi saya—orang-orang yang bekerja dengan saya setiap hari,” tuturnya.
“Saya tahu kalian pikir sedang membela saya, tetapi kalian justru melakukan hal yang sebaliknya. Kalian tidak membantu saya maupun masa depan saya,” tegas pembalap berusia 23 tahun tersebut.
Akankah Aksi Fans Mengancam Karier Colapinto di F1?
Pernyataan Colapinto mengenai “masa depan” menarik perhatian besar paddock F1. Kendati telah menandatangani perpanjangan kontrak bersama Alpine untuk musim 2027 dan potensi hadirnya GP Argentina di masa depan, posisi Colapinto tetap bergantung pada performa dan toleransi tim.
Sejauh musim 2026 berjalan, performa Colapinto di atas lintasan masih berada di bawah bayang-bayang Pierre Gasly:
-
Pierre Gasly: Peringkat ke-10 klasemen (41 poin)
-
Franco Colapinto: Peringkat ke-12 klasemen (27 poin, hasil terbaik finis ke-6)
Jika Alpine menilai performa Colapinto tidak sebanding dengan “beban emosional” serta dampak negatif dari basis fans yang agresif, masa depannya setelah musim 2027 bisa berada dalam bahaya. Pasalnya, tim F1 lain tentu akan berpikir dua kali untuk merekrut pembalap dengan risiko tekanan publik yang tidak terkendali.