Peta persaingan menuju kursi tertinggi badan sepak bola dunia (FIFA) mendadak memanas. Legenda sepak bola Inggris dan superstar global, David Beckham, dilaporkan masuk dalam bursa calon Presiden FIFA untuk menantang petahana Gianni Infantino pada Kongres Pemilihan 2027 mendatang.
Kemunculan nama suami Victoria Beckham ini mengemuka di tengah menguatnya gelombang penolakan terhadap kepemimpinan Infantino. Sebelumnya, sejumlah figur berpengaruh seperti pengusaha AS Michele Kang hingga Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia Lise Klaveness telah lebih dulu mencuat ke permukaan.
Laporan khusus Sky Sports menyebutkan, usai Presiden UEFA Aleksander Ceferin dan Direktur Pengembangan Sepak Bola Global FIFA Arsene Wenger menyatakan tidak akan maju, nama Beckham mendadak melesat sebagai figuran ideal penantang utama.
“Eropa masih menjadi benteng kekuatan utama dalam bursa pencalonan Presiden FIFA. Ketika Ceferin dan Arsene [Wenger] memilih tak berpartisipasi, ada satu nama besar berdaya pikat luar biasa yang belum tersentuh: David Beckham,” tulis Sky Sports.
Jejak Pengaruh Global: Dari Amerika hingga Asia
Ketokohan pria berusia 51 tahun ini dinilai menjadi aset politik paling berharga yang sulit ditandingi kandidat lain. Sebagai pemilik klub kontestan Major League Soccer (MLS) Inter Miami, daya tawar dan popularitas mantan penggawa Manchester United dan Real Madrid ini sangat kuat di Benua Amerika.
Di Asia, reputasi Beckham pun tak kalah cemerlang. Eks kapten Timnas Inggris tersebut secara rutin terlibat dalam program pembinaan usia muda serta pengembangan liga profesional di Tiongkok, menjadikannya figur yang diterima hangat di kawasan Tirai Bambu dan sekitarnya.
Sikap Kritis dan Kekuatan Finansial Bebas Konflik
Langkah Beckham menuju tatanan politik FIFA diprediksi bakal memicu intrik tingkat tinggi. Mantan gelandang legendaris ini sebelumnya tak segan melayangkan kritik pedas terhadap skandal korupsi yang pernah mengguncang tubuh FIFA, menyebutnya sebagai hal yang “menjijikkan”.
Kendati demikian, statusnya sebagai pengusaha sukses berkantong tebal (miliarder) justru menjadi nilai tambah krusial dalam pertarungan bursa kepemimpinan ini.
“Sebagai seorang miliarder, Beckham bebas dari kecurigaan publik atas potensi memperkaya diri sendiri yang dapat merugikan organisasi. Lebih penting lagi, ia memiliki kemandirian finansial yang solid untuk membiayai kampanye independen menantang Infantino,” analisis Sky Sports.
Pemilihan Presiden FIFA dijadwalkan berlangsung dalam perhelatan Kongres ke-77 FIFA di Rabat, Maroko, pada Maret 2027.
Ajang ini diprediksi bakal menjadi panggung “perang terbuka” antara poros kekuatan Eropa (UEFA) bersama koalisi perubahan melawan blok pendukung petahana. Masuknya nama David Beckham dipastikan mengubah konstelasi politik sepak bola sejagat secara dramatis.