Menjelang gelombang aksi demonstrasi peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta pada Selasa (20/10/2026), Polresta Tangerang mengambil langkah preventif dengan memperketat pengamanan di simpul-simpul transportasi vital serta perbatasan wilayah Kabupaten Tangerang, Banten.
Fokus pengamanan diarahkan pada tiga stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) dan tiga gerbang tol utama yang menjadi jalur krusial pergerakan massa menuju Ibu Kota.
Kasi Humas Polresta Tangerang, Ipda Tri Laksono Febrianto, mengonfirmasi bahwa selain memperketat penjagaan di titik-titik penyekatan strategis, kepolisian juga mengintensifkan patroli keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara menyeluruh.
“Polresta Tangerang dan jajaran akan melaksanakan pengamanan di sejumlah stasiun dan gerbang tol, serta meningkatkan patroli guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar Tri saat dikonfirmasi, Senin (19/10/2026).
6 Titik Vital Fokus Pengamanan di Kabupaten Tangerang
Tri merinci enam titik utama di wilayah hukum Polresta Tangerang yang mendapat pengawasan dan penyiagaan personel ekstra:
-
Stasiun KRL: Stasiun Tigaraksa, Stasiun Cikoya, dan Stasiun Daru.
-
Gerbang Tol: Gerbang Tol Balaraja Barat, Gerbang Tol Balaraja Timur, dan Gerbang Tol Cikupa.
Terkait teknis pengaturan lalu lintas dan penyekatan di lapangan, kepolisian akan bertindak secara proporsional sesuai dinamika situasi serta ketetapan hukum yang berlaku, tanpa mengabaikan hak warga negara dalam menyampaikan pendapat.
Siaga Ketat Terhadap Pelajar: Pengawasan Lintas Sektor
Menindaklanjuti Surat Imbauan Dinas Pendidikan (Disdik) Banten Nomor B/400.3.3.5/14580/X/Disdik/2026, pihak kepolisian memperketat pemantauan terhadap keterlibatan siswa sekolah. Pengawasan khusus difokuskan selama dua hari penuh pada masa siaga aksi, yakni 19–20 Oktober 2026.
“Kami berkoordinasi dengan pihak sekolah, Dinas Pendidikan, serta orang tua untuk meningkatkan pengawasan dan pendampingan terhadap para pelajar. Kami mengimbau para orang tua agar membimbing anak-anaknya terhindar dari kegiatan unjuk rasa di jalanan yang berisiko mengancam keselamatan,” tegas Tri.
Konfirmasi Aksi BEM UI dan Koalisi Masyarakat Sipil
Langkah pengamanan ketat di daerah penyangga Ibu Kota ini merespons rencana aksi unjuk rasa berskala besar yang digalang oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), aliansi mahasiswa antar-kampus, serta koalisi masyarakat sipil.
Ketua BEM UI, Yatalathof Imawan, membenarkan bahwa konsolidasi mahasiswa akan turun ke jalan tepat pada momen dua tahun kepemimpinan nasional.
“Benar, BEM UI akan turun aksi besok bersama universitas lain dan koalisi masyarakat sipil,” ungkap Athof.
Aksi evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran ini rencananya dipusatkan di dua titik strategis Jakarta Pusat, yakni kawasan Tugu Tani (Jalan Raya Kebon Sirih) dan Tugu Proklamasi (Menteng). Selain elemen mahasiswa, Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) dan organisasi sipil seperti Serikat Tahanan Politik turut menyerukan aksi penyampaian aspirasi tersebut.