JAKARTA – Sydney Opera House, salah satu bangunan ikonik Australia, resmi dibuka oleh Ratu Elizabeth II pada 20 Oktober 1973. Peresmian tersebut menandai berakhirnya pembangunan gedung pertunjukan yang menjadi salah satu karya arsitektur paling dikenal di dunia.
Mengutip situs resmi Sydney Opera House, peresmian berlangsung di Sydney Harbour dan dihadiri sejumlah pejabat serta masyarakat. Acara tersebut menjadi tonggak penting bagi perkembangan seni dan budaya Australia.
Bangunan yang dirancang oleh arsitek asal Denmark, Jørn Utzon, itu dikenal melalui bentuk atapnya yang menyerupai layar kapal. Desain tersebut menjadikan Sydney Opera House sebagai salah satu landmark paling mudah dikenali secara internasional.
Pembangunan Memakan Waktu 14 Tahun
Pembangunan Sydney Opera House dimulai pada 1959, setelah desain Jørn Utzon terpilih melalui kompetisi arsitektur internasional pada 1957.
Proyek tersebut menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan teknis konstruksi hingga perubahan rancangan dan perdebatan mengenai biaya. Bangunan itu akhirnya selesai dan diresmikan pada 20 Oktober 1973, sekitar 14 tahun setelah pekerjaan konstruksi dimulai.
Menurut National Museum of Australia, biaya akhir pembangunan mencapai sekitar 102 juta dolar Australia. Angka tersebut jauh melampaui perkiraan awal proyek.
Peresmian Dimeriahkan Pertunjukan Musik
Upacara peresmian Sydney Opera House turut dihadiri Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth II, serta sejumlah pejabat Australia.
Dalam rangkaian acara pembukaan, Sydney Symphony Orchestra menampilkan Simfoni Kesembilan karya Ludwig van Beethoven di Concert Hall. Perayaan juga dimeriahkan dengan pertunjukan dan pesta kembang api di sekitar pelabuhan Sydney.
Sebelum peresmian resmi, pertunjukan publik pertama di gedung tersebut telah berlangsung pada 28 September 1973 melalui pementasan opera War and Peace karya Sergei Prokofiev.
Diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO
Sydney Opera House tidak hanya berfungsi sebagai tempat pertunjukan opera. Kompleks ini juga menjadi lokasi penyelenggaraan konser musik, pertunjukan teater, tari, serta berbagai kegiatan seni lainnya.
Pada 28 Juni 2007, Sydney Opera House ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO karena nilai arsitektur dan pencapaian teknik bangunannya.
Perjalanan pembangunan hingga pengakuan internasional tersebut menjadikan Sydney Opera House sebagai salah satu simbol budaya Australia yang memiliki arti penting dalam sejarah arsitektur modern.