JAKARTA – Layanan Commuter Line lintas Bogor mulai kembali normal pada Selasa (20/10/2026) setelah KAI Commuter mengoperasikan kembali satu rangkaian kereta seri CLI-225 yang sempat mengalami gangguan teknis. Pemulihan ini membuat tujuh perjalanan yang sebelumnya dibatalkan dapat kembali dilayani, sehingga kapasitas angkut penumpang di jalur padat tersebut meningkat.
KAI Commuter bersama tim teknis PT Industri Kereta Api (INKA) menyelesaikan perbaikan rangkaian tersebut setelah mengalami gangguan pada Jumat (16/10/2026). Sebelum kembali digunakan untuk melayani penumpang, rangkaian kereta menjalani serangkaian pengujian guna memastikan sistem operasional dan aspek keselamatannya memenuhi standar yang berlaku.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan pengoperasian kembali rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya memulihkan kapasitas layanan, terutama di lintas Bogor yang memiliki tingkat mobilitas penumpang tinggi.
“Pengoperasian kembali rangkaian ini untuk mendukung kebutuhan dan ketersediaan kapasitas angkut di lintas Bogor yang sebelumnya dilakukan penyesuaian, kini menjadi 392 perjalanan,” ujar Karina dalam keterangan resminya, Selasa (20/10/2026).
Dengan pemulihan tersebut, jumlah perjalanan Commuter Line Bogor kembali menjadi 392 perjalanan. Sementara itu, secara keseluruhan, KAI Commuter melayani 1.065 perjalanan di wilayah Jabodetabek pada hari yang sama.
Sebelumnya, gangguan pada rangkaian CLI-225 berdampak pada penyesuaian jadwal perjalanan, termasuk pembatalan tujuh perjalanan Commuter Line Bogor. Kondisi tersebut turut mengurangi ketersediaan kapasitas angkut bagi masyarakat yang mengandalkan KRL untuk beraktivitas sehari-hari.
Untuk memastikan rangkaian dapat kembali beroperasi, KAI Commuter dan INKA melakukan pemeriksaan teknis serta pengujian dinamis di lintas jalan. Tahapan ini dilakukan untuk memastikan kereta siap digunakan kembali dan memenuhi persyaratan operasional serta keselamatan perjalanan.
Pemulihan layanan di lintas Bogor menjadi perhatian karena tingginya jumlah pengguna pada hari kerja. Berdasarkan data KAI Commuter, rata-rata pengguna Commuter Line lintas Bogor sepanjang hari kerja pada Oktober 2026 mencapai 480.395 orang per hari.
Stasiun Bogor menjadi stasiun dengan rata-rata volume pengguna tertinggi, yakni 50.262 orang per hari. Berikutnya, Stasiun Citayam melayani rata-rata 35.434 orang per hari, sedangkan Stasiun Bojonggede mencatat sekitar 31.162 pengguna setiap hari.
Tingginya volume tersebut membuat ketersediaan perjalanan dan kapasitas angkut menjadi faktor penting dalam menunjang mobilitas masyarakat, terutama pada jam sibuk pagi hari.
KAI Commuter pun menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna yang terdampak pembatalan perjalanan selama proses penanganan gangguan berlangsung. Perusahaan mengakui adanya ketidaknyamanan yang dialami penumpang akibat penyesuaian layanan tersebut.
Di sisi lain, pengguna KRL diimbau tetap mengutamakan keselamatan dan mengikuti arahan petugas, baik di stasiun maupun selama berada di dalam kereta.
Untuk memperoleh informasi perjalanan terbaru, masyarakat dapat memantau jadwal dan posisi kereta secara waktu nyata melalui aplikasi C-Access. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu pengguna menyesuaikan waktu keberangkatan dengan kondisi perjalanan yang tersedia.