Badan Gizi Nasional (BGN) sukses menggelar uji coba pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan sistem prasmanan di SD Al Iqro Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Evaluasi lapangan menunjukkan bahwa metode prasmanan ini berhasil menekan sisa makanan (food waste) secara signifikan hingga mendekati nol (zero waste).
Uji coba yang difasilitasi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Mataram Selaparang Karang Baru 2 ini berlangsung selama tiga hari, yakni pada 19–21 Oktober 2026. Uji coba tersebut menyasar 64 siswa kelas 6 serta 3 orang guru pendamping.
Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kota Mataram, M. Rizky Prasetyo, mengungkapkan bahwa sistem prasmanan memberikan keleluasaan bagi para penerima manfaat untuk menyesuaikan porsi makanan sesuai kebutuhan tubuh mereka.
“Uji coba ini menghasilkan evaluasi yang sangat positif. Salah satu poin utamanya adalah efisiensi konsumsi, sebab hampir tidak ada sisa makanan dari porsi yang disajikan (zero waste). Siswa mengambil hidangan hingga habis sesuai porsi dan kapasitas masing-masing,” ujar Rizky, Sabtu (24/10/2026).
4 Catatan Positif Menerapkan Sistem Prasmanan
Berdasarkan laporan evaluasi BGN di lapangan, terdapat empat indikator utama keberhasilan sistem penyajian prasmanan di lingkungan sekolah:
-
Efisiensi Konsumsi & Mencegah Food Waste: Siswa secara mandiri mengukur porsi makan mereka, sehingga piring makanan bersih tanpa sampah sisa hidangan.
-
Kualitas dan Kehangatan Makanan: Makanan yang disajikan secara segar (fresh) dan tetap hangat terbukti ampuh meningkatkan selera serta nafsu makan siswa dan guru.
-
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Proses mengambil makanan sendiri mendidik karakter disiplin anak-anak, seperti membiasakan budaya mengantre secara tertib dan kewajiban mencuci tangan sebelum makan.
-
Penataan Makanan yang Menarik (Food Display): Penyusunan ragam menu gizi seimbang secara rapi dan bersih meningkatkan daya tarik visual, membuat anak-anak lebih bersemangat menikmati makanan sehat.
Siap Diimplementasikan Secara Permanen
Rizky berharap indikator keberhasilan dari SD Al Iqro Mataram ini dapat dijadikan standar acuan (benchmark) dalam penguatan tata kelola serta pola distribusi program MBG di seluruh wilayah Kota Mataram dan sekitarnya.
Seluruh data dan poin evaluasi uji coba lapangan ini telah diteruskan secara berjenjang kepada jajaran pimpinan BGN di tingkat pusat untuk penentuan kebijakan nasional berikutnya.
“Hasil evaluasi ini sudah kami laporkan ke pimpinan secara berjenjang. Mengenai keputusan pelaksanaan sistem prasmanan secara permanen berada di tangan pimpinan BGN Pusat. Kami di daerah pada prinsipnya siap melaksanakan kebijakan terbaik yang ditetapkan,” pungkas Rizky.