Pertandingan penentu Grup D AFC Challenge League 2026 yang berlangsung di Stadion Senggiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (24/10) berakhir dramatis. Tainan City FC (Taiwan) sukses menahan imbang Yangon United FC (Myanmar) dengan skor 1-1.
Hasil imbang satu poin ini sudah cukup bagi Tainan City FC untuk mengunci posisi runner-up grup dan memastikannya lolos ke babak perempat final (quarter final) mendampingi sang juara grup, Borneo FC Samarinda.
Yangon Banjar Peluang, Efektivitas Tainan City Jadi Pembeda
Meski berakhir imbang, Yangon United sejatinya tampil lebih menekan dan menciptakan kuantitas peluang yang jauh lebih banyak sepanjang babak kedua. Namun, tumpulnya penyelesaian akhir (finishing touch) menjadi batu sandungan utama klub asal Myanmar tersebut.
Sejumlah kesempatan emas terbuang percuma, termasuk peluang terbuka yang didapat pemain pengganti Mustafa Jijiwa serta ancaman dari Obregon yang melenceng jauh dari sasaran.
“Sebetulnya kalau kita lihat, Yangon United punya peluang jauh lebih banyak sepanjang pertandingan. Tapi finishing touch yang lebih mampu memaksimalkan peluang adalah Tainan City. Sebenarnya kedua tim sama-sama ada kecolongan, tapi Yangon United yang paling dirugikan karena gagal memanfaatkan efektivitas,” ujar pengamat sepak bola, Bung Aris, usai laga melalui tayangan langsung di Garuda TV.
Aksi Solo Run Opoku dan Petaka Hamstring Bek lawan
Momen krusial perubah takdir pertandingan lahir lewat akselerasi individu penyerang Tainan City, Israel Nana Opoku. Memanfaatkan kelengahan lini belakang lawan, Opoku melakukan aksi solo run spektakuler yang menusuk langsung ke jantung pertahanan Yangon United.
Petaka bagi Yangon United terjadi saat bek tangguh mereka—yang sebenarnya tampil solid sepanjang laga—mengalami cedera hamstring saat terlibat aksi kejar-kejaran kecepatan dengan Opoku.
Momen dislokasi fisik bek lawan tersebut dimanfaatkan secara dingin oleh Opoku untuk menyarangkan bola ke dalam gawang, sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
“Bagaimana aksi solo run Opoku melewati pemain lawan yang sepanjang pertandingan sebenarnya tampil sangat baik. Hanya satu kali momen saat kejar-kejaran dengan Opoku, dia justru kena hamstring. Momen itu dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Opoku untuk mencetak gol penyama kedudukan,” tambah Bung Aris.
Dampingi Borneo FC ke Perempat Final
Gol berharga dari Opoku tersebut tidak hanya membatalkan kemenangan Yangon United, tetapi juga berdampak langsung pada peta persaingan klasemen akhir Grup D.
Satu poin tambahan ini memastikan Tainan City FC finis di peringkat kedua klasemen akhir Grup D AFC Challenge League 2026. Hasil ini membawa Tainan City FC melangkah ke fase gugur 8 besar bersama wakil tuan rumah Indonesia, Borneo FC Samarinda, yang tampil dominan sebagai juara grup.
