JAKARTA — Uji coba sistem prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan hasil awal yang positif. Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat skor kepuasan sebesar 4,5 dari 5 berdasarkan survei pada pelaksanaan gelombang pertama.
Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, mengatakan uji coba tahap awal berlangsung sejak awal Oktober hingga pertengahan Oktober 2026. Selain mencatat tingkat kepuasan yang menggembirakan, BGN juga melaporkan tidak adanya insiden keamanan pangan selama periode tersebut.
“Hasil survei kepuasan kami dari gelombang pertama kemarin cukup menggembirakan. Di antaranya, mencapai respons positif 4,5/5,” kata Tysa.
Hasil tersebut menjadi salah satu catatan awal BGN dalam mengevaluasi penerapan metode prasmanan sebagai alternatif penyajian makanan bagi penerima manfaat MBG.
Menurut Tysa, sistem prasmanan memiliki sejumlah keunggulan, terutama dalam proses penyiapan dan penyajian makanan. Setelah selesai dimasak, makanan langsung ditempatkan dalam wadah khusus untuk kemudian dibawa ke sekolah.
Cara ini berbeda dengan sistem kotak makan yang mengharuskan makanan melalui proses pemorsian sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
Dengan sistem prasmanan, makanan diharapkan dapat diterima dalam kondisi lebih segar dan hangat. BGN juga menilai metode tersebut berpotensi mengurangi risiko kontaminasi selama proses penyiapan makanan.
Meski demikian, penerapan sistem ini masih terus dievaluasi, termasuk dalam hal waktu persiapan di sekolah. Berdasarkan catatan BGN, proses persiapan di lapangan membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 45 menit.
Waktu tersebut mencakup tahapan pengantaran makanan ke sekolah, penyerahan kepada penanggung jawab sekolah, hingga persiapan penyajian di kelas.
BGN melihat evaluasi tersebut sebagai bagian penting untuk menyempurnakan sistem prasmanan agar pelaksanaannya semakin efektif tanpa mengabaikan kebersihan dan kualitas makanan.
Uji coba gelombang pertama diikuti 66 sekolah. Pada gelombang kedua, jumlah lokasi bertambah menjadi 87 setelah 21 sekolah tambahan bergabung.
BGN berharap hasil evaluasi dari setiap tahap uji coba dapat menjadi bahan perbaikan dalam pengembangan sistem prasmanan, sehingga metode penyajian MBG tersebut dapat diterapkan dengan semakin baik di sekolah-sekolah yang memenuhi ketentuan.