TANGERANG SELATAN – Prestasi akademik, dukungan beasiswa, dan perjuangan menempuh pendidikan di tengah keterbatasan mewarnai kisah 2.183 wisudawan Universitas Terbuka (UT) Tahun Akademik 2026/2027 Ganjil Wilayah 1, yang diselenggarakan di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Selasa (27/10/2026).
Dilaksanakan secara luring dan khidmat, wisuda ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik untuk meraih gelar sekaligus awal bagi para lulusan untuk mengembangkan ilmu dan berkontribusi di lingkungan masing-masing.
Mengusung tema “Generasi Cerdas, Berintegritas, dan Siap Mendunia”, wisuda ini diikuti lulusan dari 12 UT Daerah, yakni Banda Aceh, Medan, Batam, Padang, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Jakarta, Surakarta, Malang, Majene, dan Gorontalo, serta lulusan dari UT Layanan Luar Negeri.
Salah satu pencapaian akademik tertinggi datang dari Arjaty Wahidah Daud.
Lulusan Program Doktor Administrasi Publik UT Jakarta ini dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Wilayah 1 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00 dan predikat Dengan Pujian.
Di balik pencapaian akademik tersebut, ada pula kisah tentang pentingnya dukungan untuk menuntaskan pendidikan. Maysyarah, lulusan Program Sarjana Terapan Kearsipan UT Jambi, berhasil menyelesaikan studi dengan IPK 3,62.
Sebagai penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK), ia juga mendapat apresiasi sebagai wisudawan berdedikasi.
Semangat menempuh pendidikan juga tercermin dari pencapaian tiga wisudawan penyandang disabilitas, yakni Alfahreza Revialdi, Mochammad Al Hafizh, dan Ida Romauli.
Ketiganya mendapat apresiasi sebagai wisudawan berdedikasi dari Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) Pusat. Alfahreza dan Hafizh merupakan lulusan Program Studi S1 Manajemen, sedangkan Ida menyelesaikan Program Studi S1 Akuntansi di UT Jakarta.
Pencapaian mereka memperlihatkan bahwa akses pendidikan tinggi perlu menjangkau mahasiswa dengan kondisi dan kebutuhan yang beragam.
Menjalani pendidikan tinggi di tengah kesibukan dan tanggung jawab profesional menjadi tantangan tersendiri. Namun, hal tersebut tidak menghalangi sejumlah wisudawan UT untuk menuntaskan studi di sela-sela peran dan aktivitas mereka.
Mayjen TNI Dr. dr. Yenny Purnama, Sp.A(K), M.Kes., M.A.R.S., S.H., M.H., C.Med., S.M. dokter spesialis anak di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), berhasil menyelesaikan Program Studi S1 Manajemen di UT Jakarta.
Darmansyah, Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, juga menuntaskan Program Studi S1 Ilmu Pemerintahan di UT Padang. Sementara itu, Ferlyanto, yang dikenal sebagai artis film televisi (FTV), lulus dari Program Studi S1 Ilmu Komunikasi UT Jakarta.

Pencapaian ketiganya menunjukkan bahwa komitmen untuk terus belajar dapat berjalan beriringan dengan tanggung jawab pekerjaan dan profesi.
Beragam perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kesempatan melanjutkan pendidikan perlu didukung oleh sistem pembelajaran yang dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Ada mahasiswa yang membutuhkan dukungan pembiayaan, ada yang memerlukan akses belajar sesuai kondisinya, dan ada pula yang harus membagi waktu antara pekerjaan dan perkuliahan.
Sebagai perguruan tinggi yang menerapkan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa untuk menjalani pembelajaran tanpa harus mengabaikan tanggung jawab pekerjaan maupun keluarga.
Biaya pendidikan yang terjangkau dan beasiswa bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan turut mendukung upaya memperluas akses tersebut.
Dengan demikian, kondisi geografis, waktu, dan sumber daya tidak harus menjadi penghalang untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Bagi para wisudawan, kelulusan menjadi bekal untuk mengembangkan potensi dan menerapkan ilmu dalam kehidupan maupun profesi masing-masing.
Kisah mereka menegaskan bahwa setiap orang memiliki perjalanan pendidikan yang berbeda, tetapi kesempatan untuk terus belajar tetap penting bagi masa depan.
Melalui komitmen memperluas akses pendidikan tinggi, UT terus berupaya memperluas kesempatan masyarakat untuk meraih pendidikan tinggi dan berkontribusi bagi Indonesia.***