JAKARTA – Pemerintah daerah berpeluang mendapatkan insentif fiskal hingga Rp3 miliar jika mampu menunjukkan kinerja dan kreativitas dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, dukungan terhadap program tersebut menjadi salah satu kategori penilaian dalam pemberian penghargaan kepada pemerintah daerah pada 2027.
Tito menjelaskan, pemerintah akan melanjutkan kompetisi antardaerah dengan menyiapkan anggaran insentif fiskal sebesar Rp1 triliun. Melalui skema ini, pemerintah ingin memberikan apresiasi kepada daerah yang menunjukkan kinerja baik sekaligus menghadirkan inovasi dalam menjalankan program prioritas nasional.
“Nah, tahun depan kita akan juga pertandingkan, salah satunya adalah kepala daerah yang paling mendukung program MBG atau kreatif dan lain-lain mensukseskan program makanan bergizi gratis ini,” kata Tito di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Menurut Tito, penilaian tidak hanya melihat dukungan kepala daerah terhadap MBG, tetapi juga kreativitas dalam menyukseskan pelaksanaannya. Dengan demikian, pemerintah daerah memiliki kesempatan untuk menunjukkan kontribusi dan inovasi sesuai dengan kondisi serta kebutuhan wilayah masing-masing.
Kompetisi tersebut akan dibagi berdasarkan tingkatan pemerintahan. Pemerintah provinsi akan bersaing dengan provinsi lainnya, begitu pula pemerintah kabupaten dan kota yang akan dinilai dalam kelompok masing-masing.
Selain itu, penilaian akan dibagi ke dalam enam wilayah atau region. Pemerintah menyiapkan penghargaan bagi tiga daerah terbaik di setiap kategori dengan nilai insentif yang berbeda.
Daerah yang menempati peringkat pertama akan memperoleh Rp3 miliar. Sementara itu, peringkat kedua mendapatkan Rp2 miliar dan peringkat ketiga menerima Rp1 miliar.
“Tentu akan diberikan penghargaan yang nomor 1, Rp 3 miliar, nomor 2, ada ke provinsi, antar provinsi, kabupaten, antar kabupaten, kota, antar kota, di enam region yang berbeda,” ujar Tito.
Skema penghargaan ini menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memperoleh tambahan dukungan fiskal melalui capaian kinerja dan inovasi. Dukungan terhadap program MBG menjadi salah satu aspek yang dapat diperhitungkan dalam kompetisi tersebut.
Tito memastikan, rencana pemberian insentif fiskal itu telah dibahas bersama Menteri Keuangan. Pemerintah pun telah menyatakan komitmennya untuk menyiapkan anggaran yang diperlukan.
“Kemarin saya rapat dengan Menteri Keuangan, Menteri Keuangan komit sudah untuk menyiapkan anggaran 1 triliun tersebut. Saya kira demikian,” kata Tito.
Sebelumnya, Tito menyampaikan bahwa pada 2026 pemerintah juga menggelar kompetisi pemberian insentif fiskal dengan total anggaran Rp1 triliun. Pelaksanaannya dibagi dalam tiga gelombang dan mencakup enam region.
Skema tersebut akan dilanjutkan pada 2027 dengan memasukkan dukungan dan kreativitas pemerintah daerah dalam menyukseskan MBG sebagai salah satu kategori penilaian.