Tekanan jual tebal melanda pasar saham domestik pada perdagangan Selasa (3/11/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup tersungkur hingga 3,78 persen, merosot 192,54 poin ke level 4.904,29. Pukulan tajam ini turut menyeret indeks saham unggulan LQ45 yang terkoreksi 3,98 persen (20,62 poin) ke posisi 497,27.
Pergerakan indeks sepanjang hari ini mengalami volatilitas cukup tajam. Sempat dibuka optimis di posisi 5.126,53 dan menyentuh puncak harian pada level 5.143,58 di awal sesi, aksi lepas saham besar-besaran kemudian berbalik mendominasi bursa hingga menekan indeks ke titik terendahnya di 4.941,53.
Laju penurunan IHSG utamanya diseret oleh jajaran saham big cap perbankan dan konglomerasi, seperti BBRI, ASII, BBCA, TLKM, dan BMRI. Di sisi lain, deretan saham seperti MKNT, GOTO, MAPI, KLBF, dan CYBR tampil sebagai penahan koreksi agar indeks tidak merosot lebih dalam.
Dinamika Sentimen Pasar: Sorotan Global dan Domestik
Pasar keuangan nasional saat ini tengah berada dalam persimpangan sejumlah sentimen besar dari dalam maupun luar negeri:
-
Pemilu Sela AS 2026 Memicu Ketidakpastian Global Penyelenggaraan midterm election di Amerika Serikat menjadi perhatian utama investor. Partai Demokrat berupaya keras menggeser kendali Kongres di tengah ketatnya persaingan politik Presiden Donald Trump. Lebih dari 57 juta pemilih tercatat telah menyalurkan suara lebih awal, mengindikasikan tingginya partisipasi sekaligus potensi perubahan arah kebijakan ekonomi AS.
-
Anjloknya Harga Minyak Dunia Jadi Angin Segar Harga minyak mentah dunia merosot tajam di atas 7% seiring terbukanya peluang dialog damai untuk meredakan konflik AS-Israel dengan Iran. Brent terkoreksi ke posisi US$104,77 per barel, sementara WTI meluncur ke US$96,46 per barel. Bagi Indonesia yang berstatus net importir minyak, penurunan ini menjadi katalis positif untuk meringankan beban APBN dan tekanan inflasi.
-
Pelaku Pasar Menantikan Hasil Rapat KSSK Dari dalam negeri, perhatian tertuju pada konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Pasar menunggu kejelasan kajian stabilitas kuartal III, respons atas tekanan mata uang rupiah, serta kejelasan arah kebijakan di tengah gejolak bursa belakangan ini.
-
Sektor Manufaktur China Tetap Bertahan di Zona Ekspansi Indeks PMI Manufaktur China rilis di angka 52,0 untuk periode Oktober 2026. Kendati sedikit melandai dibanding bulan sebelumnya (52,1), realisasi ini masih di atas ekspektasi konsensus (51,6) dan menandai rentetan ekspansi industri China selama 11 bulan berturut-turut.