WASHINGTON — Sejarah baru tercipta dalam panggung politik Amerika Serikat. Politikus muslim dari Partai Demokrat, Abdul El-Sayed, dipastikan terpilih sebagai anggota Senat AS Muslim pertama dalam sejarah negara tersebut. Kepastian ini diraih usai ia sukses mengungguli rivalnya dari Partai Republik, mantan anggota DPR Mike Rogers, dalam pertarungan sengit Pemilihan Senat di negara bagian Michigan.
Sebagaimana dilaporkan Anadolu Agency dan USA Today, Rabu (4/11/2026), hasil manis ini sekaligus mengamankan dominasi Partai Demokrat atas kursi Senat Michigan. El-Sayed—seorang dokter medis sekaligus mantan pejabat kesehatan masyarakat—sebelumnya berhasil memenangi pemilihan pendahuluan (primary) Demokrat yang berlangsung ketat guna mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Senator Gary Peters yang memutuskan pensiun.
Kemenangan monumental El-Sayed tak diraih dengan mudah. Selama masa kampanye, latar belakang agama Islam yang dianutnya kerap dijadikan bahan serangan politik oleh kubu lawan. Bahkan, Presiden AS Donald Trump bersama sejumlah tokoh senior Partai Republik berulang kali melontarkan narasi tajam untuk meragukan El-Sayed. Kendati demikian, ia secara konsisten menepis seluruh tuduhan yang berusaha mengaitkan dirinya dengan kelompok ekstremis.
Pencapaian El-Sayed terbilang luar biasa mengingat Michigan merupakan salah satu negara bagian krusial (swing state) yang sempat dimenangi oleh Donald Trump pada Pemilu Presiden 2024 lalu. Dengan kemenangan ini, El-Sayed dipastikan mencatatkan namanya sebagai legislator Muslim pertama yang akan mengemban amanat di Senat saat Kongres AS secara resmi mengawali masa sidang pada Januari mendatang.
Dalam perayaan hasil penghitungan suara di Michigan pada Rabu dini hari, El-Sayed menyampaikan pidato kemenangan yang emosional di hadapan para pendukungnya. Di tengah kemeriahan acara nonton bareng tersebut, ia melontarkan pesan terbuka dan menohok yang ditujukan langsung kepada Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance.
Usai menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada rakyat Michigan atas kepercayaan yang diberikan, ia berjanji akan membawa semangat keterbukaan serta ketangguhan dalam menjalankan kewajibannya di Kongres.
“Michigan, saya tidak sabar untuk melayani Anda dengan hati yang lapang, pikiran yang terbuka, ketangguhan, dan kesungguhan yang telah Anda tunjukkan kepada saya,” tegas El-Sayed di hadapan pendukung yang menyambut riuh perkataannya.
Ia pun mengajak seluruh tim dan konstituennya untuk menyambut momentum ini sebagai kemenangan kolektif atas upaya penolakan terhadap narasi-narasi kebencian politik.
“Biarkan mereka tahu besok bahwa orang-orang jahat telah kalah. Biarkan mereka tahu bahwa kita, yang berjuang bersama demi sesuatu yang lebih besar, telah menang. Kita menang! Jadi, Mike, selamat menikmati masa pensiunmu,” selorohnya menyindir Mike Rogers.
Tak berhenti di situ, mantan pejabat kesehatan ini melontarkan sindiran tajam kepada Wakil Presiden JD Vance yang secara konstitusional bertindak sebagai Presiden Senat dan bertugas melantik para senator baru.
“Ada ironi yang menarik di sini, mengingat Anda secara konstitusional berkewajiban untuk melantik saya pada bulan Januari nanti,” ujar El-Sayed.
Ia kemudian menutup pidatonya dengan pesan langsung kepada Donald Trump, menyinggung momen saat sang presiden sengaja mengejek dan berpura-pura kesulitan mengeja namanya selama masa kampanye.
“Donald, dengar, saya tahu Anda kesulitan menyebut nama saya. Jadi, setelah JD melantik saya pada bulan Januari nanti, Anda bisa langsung memanggil saya ‘Senator’,” seloroh El-Sayed.
Sepanjang masa kampanye, pilar utama yang diusung El-Sayed berpusat pada gagasan reformasi politik dan kesejahteraan publik: ‘Keluarkan uang dari politik. Masukkan uang ke kantong Anda. Layanan kesehatan untuk semua’.
Di samping isu layanan kesehatan, ia juga gencar mengkritik ketergantungan lawan politiknya terhadap kebijakan tarif impor pemerintahan Trump yang merugikan hubungan dagang dengan Kanada—mitra ekspor terbesar Michigan—serta menyoroti dampak perang dagang dan eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga bahan bakar bagi warga AS.