JAKARTA – Pengabdian tiga prajurit TNI Angkatan Darat dalam upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah berakhir dengan duka. Setelah helikopter Mi-17V5 HA-5232 yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di Kabupaten Seruyan, satu per satu jenazah korban berhasil dievakuasi dan dipulangkan ke daerah asal masing-masing.
Terbaru, jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo berhasil dievakuasi tim SAR gabungan pada Jumat (6/11/2026) pagi. Prajurit tersebut menjadi salah satu korban kecelakaan helikopter yang terjadi pada Rabu (4/11/2026), saat menjalankan misi pemadaman karhutla melalui jalur udara.
Setelah berhasil ditemukan di lokasi kejadian, jenazah Heri dibawa menggunakan speedboat milik Basarnas menuju Pelabuhan Sigintung. Proses evakuasi berlangsung sekitar pukul 09.15 WIB.
Setibanya di pelabuhan, jenazah kemudian dipersiapkan untuk proses pemulangan ke kampung halamannya di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Namun, pemulangan tidak bisa langsung dilakukan pada hari yang sama. Selain membutuhkan waktu untuk proses persiapan, kondisi cuaca buruk di wilayah Seruyan juga menjadi kendala bagi penerbangan. Karena itu, pemberangkatan jenazah dijadwalkan pada Sabtu (7/11/2026).
Berdasarkan rencana pemulangan, jenazah Heri akan diterbangkan dari Seruyan menggunakan pesawat Casa 212 dengan nomor registrasi A-9135 menuju Bandara Kediri. Pesawat diperkirakan tiba sekitar pukul 10.45 WIB.
Kedatangan jenazah akan disambut melalui upacara militer yang dipimpin Komandan Kodim Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah. Setelah prosesi penyambutan, jenazah akan dibawa menuju rumah duka di Dusun Jatirejo, Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek.
Prosesi persemayaman dijadwalkan berlangsung pukul 13.00 WIB dan dipimpin Danpuspenerbad Mayjen TNI M. Masrukin.
Selanjutnya, pada pukul 14.00 WIB, jenazah Heri akan diberangkatkan menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Trenggalek untuk dimakamkan dengan upacara militer. Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Piek Budyakto dijadwalkan bertindak sebagai inspektur upacara.
Dua Prajurit Lebih Dulu Dimakamkan
Sebelum pemulangan Heri, dua prajurit lainnya yang turut menjadi korban kecelakaan helikopter telah lebih dahulu mendapat penghormatan terakhir.
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi bersama Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita hadir di Lanumad Ahmad Yani, Semarang, pada Kamis (5/11/2026), untuk menyambut kedatangan jenazah Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar.
Dalam kesempatan yang sama, keduanya juga memberikan penghormatan kepada Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah sebelum jenazah diberangkatkan menuju Bandung untuk dimakamkan.
Kehadiran Kepala BNPB di tengah prosesi tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para prajurit yang gugur ketika menjalankan tugas penanggulangan karhutla.
Sebelum bertolak ke Semarang, Kristomei diketahui menghadiri penyerahan bantuan peralatan pemadaman karhutla dari Pemerintah Australia di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Sementara itu, jenazah Nurhafiz terlebih dahulu disalatkan di Masjid Attaqwa, Kompleks Penerbad, Semarang. Setelah itu, almarhum dimakamkan secara militer di TMP Giri Tunggal. Kasad Jenderal TNI Tandyo Budi Revita bertindak sebagai inspektur upacara, dengan Kepala BNPB turut hadir memberikan penghormatan.
BNPB Sampaikan Belasungkawa
BNPB menyampaikan duka cita atas gugurnya tiga prajurit TNI AD dalam tugas penanggulangan karhutla tersebut. Pengorbanan para personel menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadapi bencana yang mengancam keselamatan masyarakat dan lingkungan.
Kasad Jenderal TNI Tandyo Budi Revita juga menyampaikan doa bagi para prajurit yang gugur serta keluarga yang ditinggalkan.
“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Tandyo.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dapat ditempatkan sebagai narasumber utama untuk memperkuat informasi mengenai proses evakuasi dan penghormatan kepada para korban.


