JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menginstruksikan maskapai pelat merah untuk memperketat pengawasan terhadap keamanan armada dan kondisi kru mereka.
“Tadi kita review, memastikan bagaimana kondisi pesawat-pesawat terbang yang dimiliki masing-masing maskapai ini supaya benar-benar kita jaga. Tingkat kelelahan kru juga direview,” ujar Erick dalam konferensi pers di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Kamis (2/1/2025).
Selain maskapai, Erick meminta pengelola bandara meninjau ulang peralatan keamanan. Hasil rapat menunjukkan pengelolaan bandara di Jakarta dan Bali sudah diakui internasional terkait kepatuhan pada peralatan keselamatan.
“Beberapa airport sedang direview lagi, termasuk tadi ada beberapa mungkin antisipasi karena beberapa kecelakaan juga itu karena kondisi luar biasa, seperti ada masalah udara, ada burung yang masuk ke mesin,” ungkapnya.
Erick Thohir juga meminta pihak AirNav, yang merupakan pihak penyelenggara navigasi penerbangan di Indonesia untuk mulai memberikan peringatan awal jika ada kemungkinan berbahaya.
“Tadi juga kita sudah sampaikan ke AirNav untuk early warning. Kalau memang ada hal-hal yang kita bisa diantisipasi,” jelas Erick.
Instruksi ini muncul di tengah serangkaian insiden penerbangan, termasuk tragedi terbaru pesawat Jeju Air dari Bangkok ke Korea Selatan pada Minggu (29/12/2024), yang menewaskan 179 penumpang dan kru.