JAKARTA – Ketegangan tinggi mewarnai pertukaran sandera antara Israel dan Palestina yang berlangsung di tengah kerumunan di Gaza. Pada Minggu (19/1), tiga sandera asal Israel kembali ke pelukan keluarga mereka setelah diserahkan oleh kelompok Hamas kepada Palang Merah Internasional.
Proses pemulangan berlangsung di tengah sorakan warga Gaza yang mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan “Allahu Akbar”. Seperti dilaporkan SkyNews, ketiga sandera tersebut diserahkan oleh pasukan Hamas untuk kemudian dipindahkan ke militer Israel sebelum akhirnya kembali ke wilayah Israel selatan.
Meski berada dalam kondisi yang sehat, ketiganya terlihat ceria dalam rekaman video yang beredar, dengan mereka tertawa dan memberikan salam kepada pasukan Hamas. Sheba Medical Center menyebutkan bahwa kondisi fisik mereka baik-baik saja, bahkan pihak berwenang merilis momen haru saat mereka bertemu keluarga, memeluk erat, dan menangis.
“Seluruh bangsa menyambut Anda,” ujar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kepada para sandera yang baru dibebaskan.
Sementara itu, pada Senin (20/1), keluarga-keluarga Palestina yang telah dibebaskan oleh Israel juga menerima kabar gembira. Sebanyak 90 tahanan Palestina dipulangkan dari penjara Israel dengan iring-iringan bus tahanan pertama yang tiba di kota Ramallah, Tepi Barat. Ribuan warga Palestina menyambut kedatangan mereka dengan bendera Palestina dan sorak-sorai kegembiraan. Tahanan yang dibebaskan sebagian besar berasal dari Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki, termasuk anak-anak berusia 15 dan 17 tahun.
Pertukaran sandera ini merupakan hasil dari kesepakatan yang dicapai setelah berbulan-bulan negosiasi antara pemerintahan Presiden Joe Biden, Qatar, dan Mesir, serta dorongan terbaru dari Presiden terpilih Donald Trump. Sebagai bagian dari kesepakatan, gencatan senjata selama enam minggu disepakati untuk memfasilitasi pemulangan tiga sandera Israel dan ratusan warga Palestina yang dipenjara di Israel. Setiap sandera Israel dibebaskan dengan imbalan 30 tahanan Palestina.