ARAB SAUDI – Anggota Dewan Syura Arab Saudi, Yousef bin Trad Al-Saadoun, mengecam pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang mengusulkan pendirian Negara Palestina di Arab Saudi.
Dalam tulisannya di surat kabar Okaz pada Jumat (7/2/2025), ia menyebutkan justru Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump lah yang harusnya memindahkan warga Israel ke Alaska atau Greenland setelah menganeksasinya.
Al-Saadoun juga mengkritik kebijakan Timur Tengah Trump yang dinilainya ceroboh karena mengabaikan nasihat para ahli dan pentingnya dialog.
“Zionis dan sekutu-sekutunya tidak akan berhasil memanipulasi kepemimpinan Arab Saudi melalui tekanan media dan manuver politik,” tulisnya, seperti dikutip dari Middle East Eye, Senin (10/2/2025).
Dewan Syura Arab Saudi merupakan badan konsultatif yang memberi nasihat kepada raja dalam bidang legislatif dan kebijakan, meski tidak memiliki kewenangan legislatif langsung.
Sebelumnya, Netanyahu dalam wawancara dengan Channel 14 pada Kamis (6/2/2025) mengatakan, “Arab Saudi bisa menciptakan Negara Palestina di Arab Saudi. Mereka memiliki banyak lahan di sana.”
Pernyataan itu muncul setelah Riyadh menegaskan bahwa normalisasi hubungan dengan Israel hanya mungkin jika ada jalur jelas menuju pendirian Negara Palestina.
Pejabat Palestina dan Mesir mengecam pernyataan Netanyahu, menyebutnya sebagai serangan terhadap kedaulatan Arab Saudi. Kementerian Luar Negeri Palestina menyebut usulan itu “rasis dan anti-perdamaian,” serta melanggar kedaulatan dan stabilitas Arab Saudi.
Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Hussein Al-Sheikh, menegaskan bahwa “Negara Palestina hanya akan ada di atas tanah Palestina.”
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Mesir menyebut pernyataan Netanyahu “tidak bertanggung jawab dan tidak dapat diterima,” karena melanggar hukum internasional dan Piagam PBB.
Arab Saudi telah berulang kali menegaskan bahwa normalisasi hubungan dengan Israel hanya bisa terjadi jika Negara Palestina didirikan.
