JAKARTA – Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, menegaskan bahwa Manchester City tetap menjadi ancaman besar bagi timnya menjelang leg pertama play-off Liga Champions yang akan berlangsung di Etihad Stadium pada Selasa malam, Rabu (12/2) dini hari WIB.
Meskipun Manchester City hanya memenangkan delapan dari 23 pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi, Ancelotti menilai bahwa performa terkini tim besutan Pep Guardiola bukanlah faktor utama dalam rivalitas sengit ini. Ia juga meyakini bahwa pemenang duel ini akan menjadi favorit untuk menjuarai Liga Champions, yang finalnya akan digelar di Munchen pada Mei mendatang.
“Ini terasa seperti El Clasico,” kata Ancelotti, yang telah meraih lima trofi Liga Champions sebagai pelatih. “Apapun kondisi mereka, City tetap salah satu tim terbaik di Eropa, dan menghadapi mereka selalu merupakan tantangan besar.”
Ancelotti juga memuji kualitas Guardiola sebagai pelatih, menyebutnya sebagai manajer terbaik di dunia. “Jika Anda tidak dalam kondisi 100 persen, Anda tidak akan mendapatkan hasil yang diinginkan. Guardiola selalu memiliki ide-ide baru yang membuat saya berpikir keras. Mempersiapkan diri melawan Pep selalu menjadi mimpi buruk bagi saya,” tambah Ancelotti.
Menurut Ancelotti, tim yang berhasil menyingkirkan lawan ini memiliki peluang besar untuk melaju jauh dalam kompetisi, mengingat dalam tiga tahun terakhir, pemenang dari pertemuan ini selalu menjuarai Liga Champions.
Sebagai sosok yang dikenal dengan kepercayaannya pada takhayul, Ancelotti tetap memilih menginap di hotel yang sama di Manchester seperti musim lalu, ketika Madrid berhasil mengalahkan City melalui adu penalti di perempat final.
Namun, pelatih asal Italia itu juga mengungkapkan keheranannya terhadap format baru Liga Champions yang mempertemukan kedua tim di tahap yang lebih awal dari biasanya. “Saya terkejut kami harus menjalani play-off ini. Ini kesalahan kami sendiri, tapi tetap saja mengejutkan bahwa kami harus memainkan pertandingan ini, padahal seharusnya bisa menjadi semifinal,” ujarnya.
Ancelotti juga memberikan apresiasi terhadap City yang kembali menunjukkan performa terbaik setelah masa sulit karena cedera. “Saya tidak meragukan betapa kuatnya mereka,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ancelotti kembali menegaskan alasan Real Madrid tidak hadir dalam acara Ballon d’Or sebagai bentuk solidaritas terhadap Vinicius Junior, yang ia anggap seharusnya menjadi pemenang. “Kami memilih untuk tidak berpartisipasi karena kami merasa Vinicius seharusnya menjadi pemenang. Ini bukan berarti kami tidak menghormati Rodri, dia pemain yang luar biasa, tetapi kami—dan saya—berpendapat bahwa Rodri seharusnya menang tahun sebelumnya,” jelas Ancelotti, dikutip dari daily mail.
Dengan tensi tinggi dan persaingan yang sudah terbangun, pertandingan antara Manchester City dan Real Madrid kali ini dipastikan akan menjadi salah satu laga paling seru pada musim Liga Champions ini.