JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Nasir Djamil, mengusulkan agar grup musik Sukatani diangkat sebagai Duta Polri.
Usulan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk membangun citra Kepolisian yang lebih terbuka terhadap kritik dan semakin selaras dengan konsep Polri Presisi.
“Saya usulkan kepada Kapolri agar kelompok band Sukatani dijadikan Duta Polri untuk mengembalikan citra Polri Presisi,” ujar Nasir dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (20/2).
Pernyataan ini merespons tanggapan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo terkait lirik lagu kontroversial Bayar Bayar Bayar yang sempat viral di berbagai platform digital.
Nasir turut menyoroti polemik pemecatan vokalis Sukatani dari pekerjaannya sebagai guru. Ia menyayangkan keputusan tersebut dan menilai bahwa pihak sekolah seharusnya tidak mengambil langkah drastis, mengingat Kapolri sendiri tidak mempermasalahkan lagu tersebut.
Ia menegaskan bahwa Polri telah menunjukkan sikap terbuka dengan berbagai inisiatif, seperti lomba mural dan stand-up comedy yang mengandung kritik terhadap institusi Kepolisian.
Permintaan Maaf Sukatani
Melalui unggahan di akun Instagram resmi mereka, @sukatani.band, pada Kamis (20/2), grup musik tersebut menyampaikan permohonan maaf kepada Kapolri dan institusi Polri atas lagu yang mereka rilis.
“Memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu Bayar Bayar Bayar, yang liriknya ‘bayar polisi’, yang telah kami nyanyikan sehingga viral di beberapa platform media sosial,” kata Alectroguy, gitaris Sukatani, dilansir Antara.
Menanggapi hal ini, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Polri tidak antikritik dan terus berbenah untuk memperbaiki kekurangan yang ada.
“Kami akan terus mengevaluasi dan memperbaiki sistem internal kami agar lebih baik lagi,” ujar Sigit kepada awak media di Jakarta, Jumat (21/2).***