SAMARINDA – Kebakaran hebat melanda Pondok Pesantren (Ponpes) Nabil Husein di Jalan Rapak Indah, Samarinda, Rabu (12/3/2025) malam. Api mulai berkobar sekitar pukul 18.59 WITA, sesaat setelah waktu berbuka puasa.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda, Hendra AH, mengungkapkan bahwa kebakaran diduga akibat korsleting listrik di lantai tiga gedung pesantren yang saat itu dalam kondisi kosong.
“Kami sudah mengerahkan personel untuk memadamkan api, dan syukur tidak ada korban jiwa,” ujar Hendra.
Ratusan petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan api yang cepat menyebar di bangunan tiga lantai tersebut.
“Kendalanya gedung bertingkat, dan api cepat merambat, sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama,” tambahnya.
Petugas juga mengamankan lokasi untuk menghindari kepadatan warga yang ingin menyaksikan kejadian tersebut. Beberapa santri yang terdampak telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Disdamkar Samarinda menerima laporan kebakaran dengan kode 10.70/65 sekitar pukul 19.00 WITA.
“Kami segera merespons dengan mengerahkan 12 unit mobil pemadam kebakaran dari Disdamkar dan PMK Swasta, serta 25 mesin portabel dari relawan,” ujar Hendra.
Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 20.10 WITA setelah upaya pemadaman selama lebih dari satu jam.
Meski bangunan pesantren mengalami kerusakan, tidak ada korban jiwa, tetapi dua relawan mengalami insiden kecil, di mana satu mengalami sesak napas dan satu lainnya mengalami luka ringan di tangan.
“Menurut keterangan Disdamkar, api pertama kali terlihat berkobar dari lantai dua bangunan kantor. Dugaan sementara, kebakaran disebabkan oleh arus pendek listrik dari laptop yang ditinggalkan dalam keadaan terhubung ke pengisi daya,” jelasnya.
Proses pemadaman sempat terkendala karena sumber air yang terbatas di sekitar lokasi. Namun, berkat kerja sama tim gabungan yang melibatkan berbagai pihak, api akhirnya dapat dikendalikan.
Selain petugas pemadam kebakaran, sejumlah relawan dari Kota Samarinda dan Loa Janan turut membantu pemadaman. Tim medis Emergency Medical Team (EMT-ITS), BPBD Kota dan Provinsi Kaltim, personel kepolisian, PLN Samarinda, PMI Samarinda, serta berbagai instansi lainnya juga ikut terlibat dalam penanganan kebakaran ini.
“Kami mengapresiasi kerja sama dan sinergi dari seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran ini,” kata Hendra.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap risiko kebakaran, terutama yang disebabkan oleh arus pendek listrik.
“Jangan meninggalkan perangkat elektronik dalam keadaan terhubung ke pengisi daya tanpa pengawasan,” pungkasnya.