JAKARTA – Cuaca ekstrem yang melanda berbagai wilayah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan banjir di sejumlah daerah. Di antara wilayah yang terdampak signifikan adalah Kabupaten Ngawi di Jawa Timur, Kabupaten Kebumen di Jawa Tengah, dan Kabupaten Bima di Nusa Tenggara Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., menyampaikan bahwa tingginya intensitas hujan menjadi faktor utama terjadinya bencana ini. “Kami terus memantau perkembangan di lapangan dan berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal serta kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi,” ujar Abdul Muhari.
Kabupaten Ngawi Terendam Banjir, Ribuan Warga Terdampak
Hujan deras yang mengguyur hulu Bengawan Madiun sejak Jumat (28/3) menyebabkan air sungai meluap dan merendam sejumlah desa di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Banjir mulai terjadi pada Sabtu (29/3) pukul 04.50 WIB, dengan lima kecamatan terdampak, yaitu Kecamatan Kwadungan, Pangkur, Ngawi, Padas, dan Geneng.
Sebanyak 764 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan jumlah terbanyak di Desa Sumengko, yang mencapai 330 KK. Selain itu, sekitar 93 hektare sawah terendam dengan tinggi muka air (TMA) berkisar antara 20 hingga 40 cm.
BPBD Kabupaten Ngawi, bersama TNI, POLRI, serta relawan, telah melakukan evakuasi warga serta mendirikan posko darurat. “Kondisi saat ini menunjukkan penurunan tinggi muka air, namun beberapa wilayah masih tergenang akibat drainase yang kurang optimal,” kata Abdul Muhari.
Kabupaten Kebumen: Ribuan Jiwa Terdampak, 171 KK Mengungsi
Banjir juga melanda Kabupaten Kebumen akibat hujan deras dan angin kencang sejak Jumat (27/3). Sebanyak delapan kecamatan terdampak, mencakup 17 desa dan 4 kelurahan. Total 1.762 KK atau 5.826 jiwa terkena dampak, dengan 171 KK harus mengungsi ke Gedung Serbaguna Desa Arjosari dan rumah kerabat di Kelurahan Panjatan.
Kerugian materil cukup besar, termasuk 1.762 rumah terdampak dan enam tanggul yang jebol. Pemerintah daerah telah menyiapkan dapur umum serta posko kesehatan untuk membantu para korban.
Kabupaten Bima: Banjir Surut, Warga Bersihkan Permukiman
Di wilayah timur Indonesia, Kabupaten Bima, NTB, juga mengalami banjir akibat hujan deras pada Sabtu (29/3). Banjir melanda Kecamatan Monta, Woha, dan Lambu, dengan 650 KK terdampak. Saat ini, air di sebagian besar wilayah sudah surut, dan warga mulai membersihkan rumah serta menyelamatkan sisa panen bawang.
Sebagai langkah pemulihan, pemerintah daerah telah mendistribusikan air bersih dan bantuan logistik bagi warga terdampak. “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem masih ada, mengingat status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi berlaku hingga 31 Mei 2025,” pungkas Abdul Muhari.
BNPB terus mengingatkan masyarakat untuk melaporkan kejadian bencana kepada pihak berwenang guna mempercepat respons dan bantuan yang dibutuhkan.