JAKARTA – Setter GS Caltex sekaligus bintang franchise, Ahn Hye-jin, tertangkap mengemudi dalam keadaan mabuk pada Kamis (16/4/2026). Kasus ini langsung mengguncang komunitas voli Korea, yang baru saja merayakan berakhirnya musim kompetisi.
Sehari setelah kejadian, Ahn mengunggah permintaan maaf tulisan tangan di media sosial. “Saya sangat meminta maaf karena telah menyebabkan gangguan akibat mengemudi dalam keadaan mabuk. Kejadian ini sepenuhnya kesalahan saya dan merupakan tindakan ceroboh tanpa alasan,” tulisnya, dilansir Naver, Sabtu (18/4/2026).
Ia menambahkan, “Saya dengan tulus meminta maaf karena telah menyebabkan kekecewaan dan kekhawatiran yang besar kepada penggemar saya yang mendukung saya, semua orang yang mencintai voli, dan para pejabat klub dan liga.”
Ahn berjanji akan merenungkan kesalahannya. “Dengan mengambil kejadian ini sebagai kesempatan, saya akan merenungkan diri saya sendiri dan hidup dengan hati yang penuh penyesalan seumur hidup untuk memastikan kesalahan yang sama tidak terulang,” ujarnya.
Federasi Bola Voli Korea (KOVO) menyatakan akan segera menggelar komite disiplin. “Karena ini adalah pertama kalinya dalam sejarah bola voli putri seorang pemain tertangkap mengemudi dalam keadaan mabuk, sulit untuk memprediksi beratnya hukuman,” kata seorang pejabat KOVO kepada Sports Chosun. Hukuman bisa berkisar dari peringatan keras hingga pengusiran.
GS Caltex juga mengonfirmasi kasus ini. “Mengemudi dalam keadaan mabuk adalah tindakan yang tidak dapat ditoleransi dengan alasan apa pun,” tulis klub dalam pernyataan resminya. Klub berjanji akan melakukan investigasi internal dan memperketat sistem pendidikan serta manajemen pemain.
Ahn, yang lahir pada 1998 dan dipilih GS Caltex pada Draft Rookie 2016-2017, baru saja mengembalikan posisinya sebagai starter dan membantu tim meraih gelar juara bersama Giselle Silva. Namun, insiden ini membuat masa depannya sebagai pemain bebas transfer musim ini menjadi tidak pasti.