JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Kementerian Ketenagakerjaan hari ini mengumumkan program Bonus Hari Raya (BHR) 2026 bagi mitra pengemudi transportasi online di Indonesia. Grab menyambut baik langkah tersebut dan menegaskan komitmennya melalui peningkatan signifikan Program BHR 2026.
“Grab hadir untuk Indonesia, senantiasa mendukung program Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital yang adil, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan berusaha bagi masyarakat di berbagai daerah. Model kemitraan yang fleksibel mencerminkan semangat ekonomi kerakyatan dan gotong royong, memberi lebih banyak orang kesempatan untuk berusaha serta membantu banyak keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka,” jelas Neneng Goenadi, Chief Executive Officer Grab Indonesia.
“BHR 2026 merupakan bentuk penghargaan tulus Grab kepada seluruh mitra pengemudi dengan produktivitas tinggi yang setiap hari melayani masyarakat Indonesia. Program ini lahir dari itikad baik dan disusun berdasarkan produktivitas para mitra pengemudi. Melalui BHR 2026, kami ingin memastikan dukungan yang berdampak langsung dan benar-benar dirasakan oleh para mitra pengemudi, khususnya di bulan yang penuh berkah ini,” imbuh Neneng.
Selaras dan Ditegaskan oleh Pemerintah
Dalam konferensi pers 3 Maret 2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan koordinasi lintas kementerian serta komunikasi intensif dengan seluruh perusahaan aplikator untuk memastikan BHR 2026 berjalan tepat waktu dan tepat sasaran. Ia menyampaikan bahwa secara nasional, program BHR tahun ini akan menjangkau sekitar 850.000 mitra pengemudi aktif dari seluruh aplikator.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 400.000 mitra pengemudi berasal dari ekosistem Grab, sejalan dengan skema berbasis produktivitas aktif di platform. Penegasan ini mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah dan pelaku industri untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan mitra, keberlanjutan usaha, serta stabilitas ekosistem ekonomi digital.
Sebelumnya, pada 27 Februari 2026, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, juga telah menyampaikan bahwa skema BHR perlu mempertimbangkan karakter fleksibilitas model kemitraan di sektor ekonomi digital.
“Jadi memang sesuai dengan tahun lalu, tentu kita harus adil dan memahami kondisi fleksibilitas dari bisnis ini. Maka BHR itu harus sesuai dengan keaktifan mereka (mitra pengemudi). Orang yang memang penuh waktu dengan orang yang paruh waktu itu seharusnya berbeda, karena model bisnisnya berbeda dengan pekerja biasa,” ujar Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli.
Rincian BHR Grab 2026
Pada tahun 2026, Grab meningkatkan alokasi anggaran BHR dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi sebesar Rp100–110 miliar. Peningkatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas program, tetapi juga memperbaiki struktur nominal di berbagai kategori penerima.
Program BHR 2026 dibagi ke dalam tujuh kategori, masing-masing untuk mitra pengemudi roda dua dan mitra pengemudi roda empat, yang disusun berdasarkan tingkat produktivitas dan aktivitas mitra sepanjang periode penilaian.
Untuk kategori penerima tertinggi, mitra GrabBike dapat menerima hingga Rp850.000 dan mitra GrabCar hingga Rp1.600.000. Sementara itu, pada kategori nominal terendah, terjadi peningkatan signifikan hingga tiga kali lipat menjadi Rp150.000 untuk GrabBike dan Rp200.000 untuk GrabCar. Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan struktur apresiasi yang lebih proporsional di berbagai tingkat produktivitas. Penyaluran BHR dilakukan paling lambat H-7 sebelum Idulfitri, dan mitra dapat mengecek status penerimaan secara transparan melalui aplikasi GrabDriver.
Skema BHR dirancang menggunakan indikator tingkat produktivitas mitra, termasuk jumlah dan konsistensi penyelesaian order serta kualitas pelayanan. Pendekatan berbasis produktivitas ini bertujuan memastikan apresiasi diberikan secara proporsional sesuai partisipasi mitra dalam ekosistem yang fleksibel.
Sebagai platform dengan model kemitraan yang memberikan kebebasan bagi mitra untuk menentukan waktu dan intensitas aktivitasnya, Grab memahami bahwa pola partisipasi bersifat dinamis.
Berdasarkan data internal per Desember 2025, dari sekitar 3,7 juta mitra yang terdaftar, rata-rata mitra yang menggunakan aplikasi dalam satu bulan berjalan berkisar antara 700.000 hingga 800.000 mitra pengemudi, yakni mitra yang menerima setidaknya satu order dalam bulan tersebut. Jumlah ini bersifat dinamis dan dapat berubah dari waktu ke waktu, seiring dengan kebutuhan, preferensi, serta tingkat partisipasi masing-masing individu.
“Karakter fleksibel inilah yang menjadi ciri utama ekosistem gig economy. Oleh karena itu, kebijakan BHR dirancang dengan mengacu pada data produktivitas aktual mitra, sehingga implementasinya tetap proporsional, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh pihak dalam ekosistem. Sejalan dengan pendekatan tersebut, seluruh mitra pengemudi aktif dengan tingkat produktivitas tinggi, yang berjumlah lebih dari 400.000 mitra pengemudi, menerima BHR sebagai bentuk penghargaan tulus atas kontribusi dan konsistensi mereka di platform kami,” ujar Neneng.
BHR juga menjadi bagian dari komitmen Grab dalam memperluas dampak sosial dan pemberdayaan ekonomi. Data internal menunjukkan bahwa sekitar satu dari dua mitra sebelumnya merupakan korban PHK atau belum memiliki pendapatan sebelum bergabung. Selain itu, terdapat 182.500 mitra pengemudi perempuan, termasuk banyak ibu tunggal, serta lebih dari 700 mitra penyandang disabilitas yang aktif di platform. Keberagaman ini mencerminkan peran platform sebagai ruang peluang ekonomi tambahan yang inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi tambahan, Grab menghadirkan program “Perjalanan Bermakna dengan Umrah Gratis” dengan memberikan 105 paket umrah senilai Rp5 miliar kepada mitra pengemudi berprestasi dari berbagai wilayah Indonesia. Program ini merupakan penghargaan atas dedikasi dan konsistensi mitra dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.
Grab menegaskan bahwa BHR merupakan bentuk apresiasi dan itikad baik perusahaan, di luar penghasilan yang telah diterima mitra melalui aktivitas di platform. Program ini akan terus dievaluasi secara berkala untuk memastikan relevansi, keberlanjutan, serta dampaknya bagi mitra dan ekosistem secara keseluruhan.
“Di balik jaket dan helm yang dikenakan mitra kami setiap hari, ada keluarga yang menjadi semangat mereka. Harapan kami sederhana, semoga dukungan ini dapat membantu menghadirkan Hari Raya yang lebih hangat dan penuh makna,” tutup Neneng.