Ketegangan hebat di wilayah Timur Tengah kini berdampak langsung pada warga Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Sebanyak 58 jemaah umrah asal Bumi Menak Sopal dilaporkan tertahan di Mekkah, Arab Saudi, hingga Selasa (3/3/2026), menyusul penutupan jalur penerbangan internasional demi alasan keamanan.
Penutupan wilayah udara ini merupakan imbas dari pecahnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Akibatnya, rute penerbangan transit yang biasa digunakan untuk kembali ke Indonesia praktis lumpuh total.
Nasib Jemaah di Tanah Suci
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Trenggalek, Subkan Hamzah, mengungkapkan bahwa puluhan jemaah yang tertahan memiliki latar belakang waktu keberangkatan yang berbeda.
“Rata-rata mereka berangkat pada pertengahan Februari lalu. Seharusnya, dengan durasi umrah sekitar 12 hari, saat ini mereka sudah bersiap atau bahkan sudah dalam perjalanan pulang. Namun karena rute penerbangan ditutup, mereka terpaksa menunggu hingga situasi membaik,” ujar Subkan di kantornya, Selasa (3/3).
Jaringan Biro Perjalanan yang Tersebar
Berdasarkan data Kemenhaj, ke-58 jemaah ini tidak semuanya berangkat melalui satu pintu.
-
Sebagian berangkat melalui biro perjalanan lokal Trenggalek.
-
Sebagian lainnya tercatat menggunakan jasa travel dari Surabaya, Jember, hingga Magelang, Jawa Tengah.
Hal ini membuat koordinasi pemantauan dilakukan secara intensif lintas wilayah untuk memastikan kondisi seluruh jemaah dalam keadaan aman dan kebutuhan logistik mereka selama tertahan tetap terpenuhi.
Imbauan: Tunda Keberangkatan!
Melihat situasi geopolitik yang masih sangat cair dan berbahaya, Kemenhaj Trenggalek mengeluarkan peringatan keras bagi warga yang telah berencana berangkat umrah dalam waktu dekat.
“Kami mengimbau dengan sangat, bagi calon jemaah yang belum berangkat, lebih baik ditunda dulu. Keamanan dan keselamatan adalah prioritas utama saat ini, apalagi jalur penerbangan masih berisiko tinggi,” tegas Subkan.
Kini, keluarga jemaah di Trenggalek hanya bisa memanjatkan doa, berharap bara peperangan di Timur Tengah segera mereda agar kerabat mereka bisa kembali ke Tanah Air dengan selamat.