SUMUT – Tim anjing pelacak (K-9) khusus pencari jenazah (Cadaver) dari Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri bersama Unit Satwa Polda Sumatera Utara menemukan dua titik yang terindikasi kuat terdapat korban meninggal dunia akibat bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) melibatkan 17 personel dan empat anjing K-9 spesialisasi Cadaver. Sejak pagi, seluruh tim menggelar apel kesiapan sebelum berangkat menuju Posko Basarnas di Kecamatan Pandan.
Setibanya di posko dan mengikuti apel gabungan bersama Basarnas dan instansi lain, tim membagi sektor pencarian sebelum bergerak ke lokasi pertama di Desa Haloban Aer, Kecamatan Tapian Nauli.
Di lokasi tersebut, anjing-anjing K-9 melakukan pemetaan wilayah sebelum penyisiran. Hasilnya, ditemukan satu titik dengan indikasi kuat adanya jenazah.
Tim kemudian melanjutkan penyisiran ke titik kejadian perkara (TKP) kedua dan kembali menemukan satu titik lain yang juga memiliki indikasi kuat keberadaan korban meninggal.
“Tim gabungan berhasil menemukan dua titik indikasi jenazah dalam operasi hari ini,” ujar salah seorang perwira Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri di lokasi.
Proses evakuasi di kedua titik itu masih terkendala karena belum tersedianya alat berat untuk penggalian mendalam.
Saat ini, Ditpolsatwa Baharkam Polri dan Unit Satwa Polda Sumut terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, serta pemerintah daerah agar alat berat segera didatangkan sehingga jenazah dapat dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga.
Operasi SAR gabungan di Tapanuli Tengah masih berlangsung hingga seluruh korban ditemukan dan dievakuasi.

