JAKARTA — Sebanyak 17.800 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (12/9/2026). Pengamanan dalam jumlah besar ini disiapkan untuk mengantisipasi berbagai dinamika selama pertandingan yang kembali mempertemukan dua rival tersebut di SUGBK.
Kekuatan pengamanan melibatkan unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Personel disebar dalam empat ring pengamanan, mulai dari area stadion hingga kawasan di sekitar kompleks Gelora Bung Karno.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan pengamanan tidak hanya dipusatkan di dalam stadion. Aparat juga ditempatkan pada sejumlah titik di luar area pertandingan untuk memastikan situasi tetap terkendali.
“Pola pengamanan dilakukan Polda Metro Jaya gabungan TNI, Pemprov Jakarta itu 17.800 personel. Semua bukan hanya di GBK, tetapi bagaimana ring 1, ring 2, ring 3, dan 4,” kata Budi kepada awak media, Sabtu (12/9/2026).
Pengerahan personel tersebut menjadi bagian dari persiapan kepolisian menyambut pertandingan Persija versus Persib yang memiliki perhatian besar dari suporter kedua kesebelasan.
Pertandingan kali ini juga memiliki arti tersendiri karena Persija kembali menjamu Persib di SUGBK setelah terakhir kali kedua tim bertemu di stadion tersebut pada 2019. Setelah sekitar tujuh tahun, duel kedua tim kembali digelar di venue yang menjadi salah satu ikon sepak bola Indonesia.
Budi mengatakan pemberian izin pertandingan di SUGBK merupakan bentuk perhatian sekaligus penghormatan kepada Persija, Persib, serta para pendukung kedua klub. Sebelumnya, Polda Metro Jaya memberikan rekomendasi kepada Mabes Polri sebelum izin pertandingan diterbitkan.
“Kita melihat 7 tahun terakhir, pertandingan sepak bola Persija dan Persib Bandung dilaksanakan di GBK terakhir di tahun 2019, Polda Metro Jaya memberikan rekomendasi pada Mabes Polri mengeluarkan izin. Ini merupakan suatu perhatian, penghormatan dari Polda Metro Jaya dan Mabes Polri pada Persija dan Persib untuk bisa bertanding di Gelora Bung Karno,” tutur Budi.
Untuk memastikan kesiapan pengamanan, polisi juga telah melakukan Tactical Floor Game (TFG) sebelum pertandingan. Simulasi tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama pelaksanaan laga.
Selain pengamanan di stadion, kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Senayan. Pengaturan arus kendaraan akan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan agar aktivitas masyarakat di sekitar lokasi pertandingan tetap dapat berlangsung.
Di sisi lain, akses penonton ke kawasan stadion juga menjadi perhatian aparat. Polisi mengingatkan suporter dan penonton yang hendak menyaksikan pertandingan agar hanya datang apabila telah memiliki tiket resmi.
Pemeriksaan akan dilakukan secara berlapis melalui zona 1, zona 2, dan zona 3. Penonton yang tidak memiliki tiket tidak diperbolehkan hadir di kawasan GBK.
“Kita mengimbau, berharap bersama-sama di dalam melaksanakan pertandingan ini bagi para suporter dan penonton, mereka yang datang ke GBK mereka yang memiliki tiket, bagi mereka yang tidak memiliki tiket tidak boleh, tidak diperkenankan hadir di GBK karena ada pemeriksaan dari zona-zona 3, zona 2, dan zona 1,” tegasnya.
Polda Metro Jaya juga mengajak suporter, panitia penyelenggara, dan masyarakat untuk ikut menjaga keamanan selama pertandingan berlangsung. Dengan pengamanan berlapis dan pemeriksaan di sejumlah titik, seluruh pihak diharapkan dapat menjaga situasi tetap kondusif.
Kembalinya laga Persija versus Persib ke SUGBK setelah terakhir berlangsung pada 2019 menjadi perhatian tersendiri dalam penyelenggaraan pertandingan. Karena itu, pengamanan tidak hanya diarahkan pada area pertandingan, tetapi juga mencakup lingkungan sekitar stadion dan akses menuju kawasan Gelora Bung Karno.