JAKARTA – Kebakaran hutan besar di Yunani masih mengancam wilayah barat Athena hingga Senin (3/8), sementara operasi pemadaman terus diperkuat dengan mengerahkan lima pesawat pengebom air dan lima helikopter sejak pagi.
Insiden tragis terjadi sehari sebelumnya ketika dua helikopter pemadam bertabrakan di udara saat menjalankan misi memadamkan api di kawasan pesisir Psatha.
Kecelakaan tersebut menewaskan dua awak helikopter, masing-masing warga Yunani dan Denmark, yang tengah bertugas menghadapi kobaran api di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Helikopter lainnya yang terlibat kecelakaan membawa dua awak berkewarganegaraan Yunani dan Inggris yang berhasil selamat meski mengalami luka ringan.
Mengutip laporan AP News, Senin, keduanya telah menjalani perawatan di rumah sakit dan dilaporkan berada dalam kondisi stabil.
Peristiwa itu menunjukkan tingginya risiko yang dihadapi petugas pemadam kebakaran di tengah salah satu musim kebakaran terburuk yang melanda Eropa.
Kebakaran yang bermula pada Jumat (31/7) terus meluas melewati hutan pinus dan semak belukar akibat embusan angin kencang yang menghambat operasi pesawat pemadam.
Memasuki Senin, kecepatan angin mulai berkurang sehingga membuka peluang bagi hampir 500 petugas pemadam untuk memperlambat laju kobaran api.
Meski demikian, otoritas Yunani tetap menetapkan wilayah Attica, termasuk sekitar Athena, dalam status risiko tinggi kebakaran karena suhu diperkirakan kembali meningkat.
Lebih dari 1.000 warga telah dievakuasi dari kawasan terdampak, termasuk lebih dari 250 orang yang diselamatkan menggunakan kapal dari sejumlah pantai.
Pemerintah juga memerintahkan evakuasi tambahan di tiga wilayah pada dini hari sambil membangun sekat bakar untuk menghambat penyebaran api.
Departemen Pemadam Kebakaran Yunani menyatakan penyebab awal kebakaran diduga berasal dari percikan listrik akibat gangguan pada saluran transmisi yang menghubungkan pembangkit listrik tenaga angin swasta ke jaringan utama.
Penyelidikan kemudian mengarah kepada dugaan kelalaian dalam proyek kelistrikan tersebut.
Polisi menangkap seorang insinyur listrik yang bertanggung jawab atas perancangan proyek serta seorang kontraktor pembangunan jaringan transmisi listrik.
Keduanya dijerat dengan dakwaan pembakaran berat karena kelalaian, sementara surat penangkapan juga diterbitkan terhadap pemilik perusahaan pembangkit listrik tenaga angin tersebut.
Setiap musim panas, Yunani rutin menghadapi kebakaran hutan akibat cuaca panas, kekeringan, dan angin kencang yang membuat percikan api kecil dapat berkembang menjadi bencana besar.
Pemerintah sebenarnya telah memberlakukan larangan aktivitas berisiko seperti membakar makanan di luar ruangan, pengelasan, dan penggunaan gergaji listrik, namun aturan tersebut masih sering diabaikan.
Sebagian besar kebakaran yang terjadi setiap tahun di Yunani diketahui dipicu oleh kelalaian manusia.
Di sisi lain, aparat juga menangkap seorang pria di Pulau Kefalonia yang diduga sengaja memicu kebakaran hingga memaksa sejumlah desa dievakuasi.
Sementara itu di Prancis, kebakaran hutan terbesar tahun ini berhasil dikendalikan di dalam perimeter yang telah ditetapkan.
Meski begitu, titik api masih terus muncul di area seluas sekitar 420 kilometer persegi atau hampir lima kali luas Kota Paris.
Sekitar 3.000 petugas pemadam masih disiagakan untuk menangani kebakaran besar di Gironde dan Provence.
Kebakaran di Prancis dan Spanyol telah memaksa sekitar 330 ribu orang meninggalkan rumah maupun lokasi wisata selama puncak musim panas Eropa.***