JAKARTA – Situasi ruang ganti Real Madrid kembali menjadi sorotan setelah komentar Kylian Mbappé soal posisinya memicu polemik baru di tengah musim yang penuh tekanan.
Meski Los Blancos meraih kemenangan 2-0 atas Real Oviedo pada laga pekan ke-36, Jumat, ketegangan internal belum sepenuhnya mereda dan justru semakin menarik perhatian publik.
Mbappé secara terbuka mengungkapkan bahwa dirinya disebut hanya sebagai penyerang keempat oleh sang pelatih, sebuah pernyataan yang langsung menyulut kontroversi di internal klub.
Menanggapi hal tersebut, Álvaro Arbeloa memilih meredam situasi dengan pendekatan yang lebih tenang dan profesional.
Arbeloa menegaskan bahwa reaksi Mbappé adalah hal yang wajar bagi pemain dengan ambisi tinggi.
“Saya tahu dia tidak senang, dan justru itu yang saya suka, karena saya tidak akan mengerti jika dia tidak ingin bermain,” ujar Arbeloa dilansir World Super Talk, Minggu.
Ia juga menambahkan bahwa keputusan memainkan Mbappé di babak kedua merupakan langkah terbaik dalam situasi tersebut.
Di tengah sorotan publik, Arbeloa menegaskan tidak ada konflik personal dengan sang bintang Prancis tersebut.
Namun, yang menjadi perhatian besar adalah keputusan Mbappé mempublikasikan percakapan pribadi dengan pelatih, yang dinilai memperkeruh suasana tim.
Meski demikian, Arbeloa mengaku tidak terganggu dengan hal itu dan tetap menjaga komunikasi terbuka dengan para pemainnya.
“Saya lebih suka percakapan pribadi tetap menjadi pribadi, tapi itu tidak mengganggu saya,” kata Arbeloa menanggapi polemik tersebut.
Rentetan dinamika internal ini semakin memperkecil peluang Arbeloa untuk melanjutkan perannya sebagai pelatih Real Madrid musim depan.
Keputusan manajemen terkait kursi pelatih diprediksi menjadi salah satu faktor krusial dalam menentukan arah klub ke depan.
Arbeloa sendiri ditunjuk sebagai pelatih interim setelah Xabi Alonso dipecat pada Januari akibat performa tim yang tidak konsisten.
Meski gagal mempersembahkan gelar, Arbeloa menilai pengalamannya menangani tim sebesar Real Madrid sebagai langkah penting dalam karier kepelatihannya.
“Dalam empat bulan ini, saya belajar banyak dan merasakan langsung bagaimana melatih di level tertinggi, termasuk di Liga Champions,” ujarnya.***